Senangnya ketika si zakaria kecil mulai akrab dgn diriku. Dgn mLihat tingkah polah balita, jd kPikiran bagaimana dulu kita di wkt seusia itu? Tentu saat itu sangat mRepotkan orang tua kita ya?
Bagaimana tidak, bbrp minggu sebelum aku resign,teman wanita skantorku resign t'lebih dahulu. Alasannya tidak ada yg m'jaga bayi nya. Memang benar bayi itu butuh p'hatian khusus dan extra wktu yg tidak bisa slalu sama tiap harinya. Di situlah "pentingnya" peranan ibu si bayi. Tugas ibu mrawat anaknya itu tidak tuntas hanya pada batasan usia bayi yg b'umur 1-2 thn saja. Justru di usia dini itu balita byk menyerap ilmu dr sekitarnya. Nah lagi2 peranan ibu dibutuhkan utk mberi yg t'baik dan mNyaring yg buruk bg balitanya.
Lalu,kira2 di usia brp kah anak itu bisa dilepas dr phatian orang tuanya, shingga si ibu bisa kembali bkerja di luar rumah? Jika wanita itu tahu bahwa pekerjaan mrawat anak itu = pkerjaan yg sangat amat mulia, para ibu muda itu TDK akan meninggalkan anaknya demi mMilih pkerjaan kantoran. Anak adalah sumber dr segala kebaikan bg ORTU mereka jika anak itu dididik dgn baik dan benar.
Contoh dr yg aku tahu -mohon dikoreksi jika t'nyata salah-,yaitu pahala anak sebelum ia baligh akan diberikan kpd ORTUnya. Misal : pada usia 6-10 thn (sampe batas usia anak itu baligh) anak tsb telah mampu b'puasa wajib full 1 hari. Maka pahalanya bagi orang tua mereka. Karena catatan amal baik dan buruk itu baru dicatat ketika manusia itu baligh.
Lalu,bagaimana dgn pahala jika anak itu tadarusan? Anak itu mhafal surat2 Al Qur'an di usia dini, bahkan hafal Qur'an sbelum baligh? Siapakah yg b'peran penting agar anak bisa spt itu jika bukan OrTu mereka, khususnya ibu? Karena ayah sdh m'habiskan 8 jam x 5 hr dalam sminggu utk bkerja mCari Nafkah bg kluarganya.
Apalagi jika anak itu perempuan,anak akan belajar dr ibunya. Anak yg mLihat ibu nya tidak mMakai jilbab ketika keluar rumah, maka jangan harap anak itu mau memakai jilbab ketika usianya sudah baligh? Ibu adalah contoh utama yg pertama kali dilihat si anak. Dan peranan ibu tidak t'putus hanya ketika anak itu sudah b'usia 5 thn.
Dr td ibu melulu yg dituntut aktif,bapak nya ngapain aja?
Peranan ayah sangat dibutuhkan,sbenarnya sama saja,hanya porsi waktu yg telah habis utk bkerja mbuat ayah lebih sedikit utk m'didik anak, khususnya dalam p'didikan agama si anak.
Lalu,bagaimana jika si ibu bekerja? Ya, rugilah si ibu itu. Krn mNgurus anak itu pahalanya lebih agung dr pd sejumut gaji yg ia p'Oleh dlm 1 bulan. Maka bisa kita lihat anak2 yg t'Lantar krn orang tua mrk sibuk bekerja. Hingga ketika dewasa pelarian anak2 tsb ke arah yg tidak benar, spt narkoba,p'gaulan bebas,sex bebas,DLL. Semua itu disebabkan buruknya orang tua mereka dalam mendidik anaknya, khususnya mLuangkan waktu sedari dini dalam m'bangun mental si anak.
Seorang ibu tidaklah dituntut oleh ALLAH utk bekerja mengais rezeki. Lagi pula uang yg diperolehnya itu utk apa? Penting bagi setiap keluarga utk merasa CUKUP atas rezeki yg ALLAH berikan sekalipun sedikit. Lagi pula, dgn ibu bekerja, b'arti dia telah mengambil satu posisi pekerjaan bagi laki2 di perusahaan / instasi tersebut. Lihatlah semakin byk kaum lelaki yg menganggur,itu karena semakin byk wanita yg bekerja, khususnya para ibu.
Susah lho jadi orang tua, tidak semudah yg t'ucap. Tanggung jawab yg dituntut tidak hanya pada mberi makan saja, tapi pada pendidikan si anak, khususnya ilmu agama.
Aku dan Dia 4 thn tdk b'temu Tp punya cerita yg sama. Qta punya keponakan yg masih kecil, Tp Qta sama2 ditegur oleh keponakan masing2 di tempat dan waktu yg b'Beda ketika aku dan dia m'dengarkan musik di tempat dan waktu yg b'Beda pula. 2 kondisi,2 orang,dan 2 waktu yg b'Beda, tapi intinya SAMA. Si anak kecil itu menegur, m'peringatkan bahwa "mDengarkan musik itu haram hukumnya". Keponakan kita itu sama2 msh kecil TAPI dididik oleh orang tua mereka masing2 dgn arahannya sama. Aku juga kaget, kok bisa sama ya? Aku juga ga akan tahu jika dia tidak b'cerita. Itu satu contoh peranan ORTU sangat b'pengaruh.
Ada penyanyi cantik yg aku taksir,msh remaja,dan memiliki mata yg indah dan dia t'lahir dr kluarga musisi.Seandainya aku jd pacar nya, dan aku menasihati penyanyi itu bahwa dia harus berhenti bernyanyi krn musik itu haram. Apa ya jadinya? Apa dia bisa menerima nasihat itu? Apalagi bernyanyi itu adalah sumber pencarian uang bg dirinya?
Its not so easy to say. Bahkan sering ditentang banyak orang. TAPI, anak kecil itu mampu mengatakan musik itu haram? Siapa yg mberi thu hal itu jika bukan ORTU Mereka yg mana ORTU itu tahu hukum ttg musik. Itu baru 1 contoh ilmu agama. Bagaimana dgn ya lain?
BUAT ANAK KO COBA-COBA? Berikanlah yg t'baik, hingga nanti anak itu paham ttg jilbab dr mulai ia baligh. Paham ttg m'jaga p'gaulan dgn lawan jenis. Paham ttg aturan agama yg sering diperdebatkan,sbenarnya tidak perlu ditentang jika si anak tahu mana yg benar, mana yg wajib,mana yg dilarang,mana yg haram? Itulah peranan orang tua yg amat penting.
Rabu, 14 Januari 2009
Selasa, 13 Januari 2009
Pacaran itu Menyiksa
Ketika rasa telah diungkapkan dan ternyata terbalas. Hal itu bukanlah suatu p'nyataan yg mLegalkan sGala tindakan yg masih haram. Sbenarnya bisa ngga ya sepasang insan itu hanya saling menjaga hati hanya utk orang yg dicintainya tanpa mLakukan hal yg dilarang Allah Ta'ala? Karena alasan kedua orang itu mNunda pernikahannya adalah krn ingin sukses dulu dlm karir / sekolah.
Ok,but could U understand when u said "I wanna be with U" it doesn't mean U let him 2 kiss U,2 hold U,2 touch U, right?
Kmarin sore aku dan kakak perempuanku mNgunjungi LIPIA. Kita menemui ustadz yg mpertemukan dia dgn suaminya. Ketika trjadi pmbicaraan, ustadz tsb ingin mberikan spucuk kertas kpd kakakku. Tapi dia meminta aku yg mngambilnya, padahal kakakku berjarak lebih dekat dgn'nya. Pointnya adlh ustadz tsb m'hindari utk b'interaksi scara lgsung dgn wanita yg bukan mahramnya, yg mgkin saja bisa mnyentuh jarinya tanpa sengaja,DLL.
Sgala sSuatunya benar2 terjaga, subhanallah.
Aduh coba deh kita ingat2,apa saja yg pernah kita lakukan dgn pacar kita dahulu/ yg baru2 ini terjadi? Jangankan sama pacar,dgn teman kadang jika sedang b'canda kita sengaja menyubit,menggandeng tangannya,menyolek,bersalaman,DLL. Intinya kita dlm b'gaul tidak trlepas dr b'sentuhan dgn lawan jenis. Dan itu sangatlah dilarang,kecuali pada hal yg kritis/ khusus diperbolehkan.
Maka dari itu, penting banget bagi kedua insan yg dibuai asmara itu utk mengetahui batasan2 dalam agama ini. Sbelum mrk mMutuskan utk menjalin relationship dgn yg dikasihinya. Useless aja kata cinta itu t'ucap tapi hanya sbg topeng utk m'nikmati perbuatan yg jelas2 msh haram.
Kalau mrk tahu, sekedar utk mencium si dia itu saja sangat sulit, harus ijab kabul dulu dgn si papa dari si doi itu. Harus kasih mahar dulu. Alias harus nikah,titik.
Kenapa aku katakan pacaran itu menyiksa? Krn ktika dua insan itu saling menatap,di sana terjadi gejolak rasa yg menginginkan utk lebih dr skedar mNatap. Maka dr itu knp kita harus menjaga pandangan?
Pacaran itu Sungguh menyiksa, mungkin ada yg bilang "susah amat sih pake ditahan-tahan segala, udah cium aja". Sepele ya,tapi gmn nanti p'tanggung jawabannya di hadapan ALLAH Tuhan Yang Memberi kita akal utk berpikir tentang adzab yg ALLAH sediakan bagi mereka yg lalai?
Mungkin ada yg bilang "ya kalau gitu jangan pacaran". Alhamdulillah jika semua remaja paham akan hal itu. Dijamin Mall and bioskop 21 sepi dari pengunjung remaja. Amin.
Tahukah kamu, pacaran itu juga menyiksa orang lain yg melihat mereka? Tidak ada kebaikan dlm pacaran, sekali pun niat mereka adalah utk saling mengenal lebih dalam, yg t'kadang saking dalamnya hingga satu sama lain saling tahu apa yg ada di dalam pakaian mereka?
Apalah arti dr sebuah cinta yg t'balas jika kedua manusia itu tidak bisa m'jaga orang yg dicintainya dari siksa api neraka?
Itu sebabnya aku katakan menyiksa, karena sulit utk m'hindari kesalahan yg mana kita sendiri m'biarkan kita melakukan kesalahan itu dari awal. Melegalkan yg masih haram bukanlah jalan yg tepat utk m'lampiaskan hasrat di hati.
Senangnya msh bisa menulis,skalipun t'batas krn tidak memakai komputer. Kenyataan bahwa di dalam hati seseorang itu tidak menginginkan pacaran, maka ALLAH m'jaga orang itu dari kesalahan yg akan dia perbuat.
Jika memang orang itu serius, maka istikharah'lah. Berdoalah : Ya ALLAH jika perkara ini baik bagiku,bagi agamaku, bagi masa depan kehidupanku di dunia dan akhirat, maka jadikanlah perkara itu untukku dan berikanlah aku ridha'MU atas perkara itu. Jika memang perkara itu buruk bagiku,bagi agamaku DST, Maka jauhkanlah aku dr perkara itu sbagaimana ENGKAU menjauhkan timur dgn barat,dan berilah aku pengganti yg lebih baik.
Note: doa itu bisa di baca pada doa istikharah. Dan t'gantung dr apa yg kita inginkan,selama masih mengikuti Sunnah,ALLAHU 'ALAM
Tidak hanya utk menentukan jodoh yg kita inginkan, tp jg bisa utk pekerjaan yg ingin kita raih,agar pkerjaan itu tidak mbuat kita lalai dr Perintah Allah Ta'ala. Insya Allah jika memang apa yg saat itu ada dihadapan kita dan t'nyata bukan hal yg baik utk kita, kita akan dijauhkan dr hal tsb, t'masuk dr orang yg kita cintai. Karena Allah telah M'ciptakan manusia b'pasang2an.
Namun,alangkah sangat ruginya jika kita tidak mampu m'jaga diri dr siksa Allah nanti karena p'buatan t'Larang yg kita lakukan b'samanya, jika orang yg kita cintai saat ini t'nyata "bukan" jodoh kita. Karena itu semakin lama sepasang manusia m'jalin kasih, semakin banyak dosa yg t'ukir pada p'jalanan kisah klasik utk masa depan mereka,memang teguran ALLAH mungkin tidak dirasakan langsung di dunia ini tapi nanti di akhirat. Dan sadar atau tidak, pacaran itu sungguh menyiksa.
Ada ngga ya yg bisa sekedar m'jaga hati utk orang yg dicintai? Semoga saja hidup ini t'ukir oleh kisah cinta yg diridhai Allah Subhanahu Wa Ta'ala, amiin.
Ok,but could U understand when u said "I wanna be with U" it doesn't mean U let him 2 kiss U,2 hold U,2 touch U, right?
Kmarin sore aku dan kakak perempuanku mNgunjungi LIPIA. Kita menemui ustadz yg mpertemukan dia dgn suaminya. Ketika trjadi pmbicaraan, ustadz tsb ingin mberikan spucuk kertas kpd kakakku. Tapi dia meminta aku yg mngambilnya, padahal kakakku berjarak lebih dekat dgn'nya. Pointnya adlh ustadz tsb m'hindari utk b'interaksi scara lgsung dgn wanita yg bukan mahramnya, yg mgkin saja bisa mnyentuh jarinya tanpa sengaja,DLL.
Sgala sSuatunya benar2 terjaga, subhanallah.
Aduh coba deh kita ingat2,apa saja yg pernah kita lakukan dgn pacar kita dahulu/ yg baru2 ini terjadi? Jangankan sama pacar,dgn teman kadang jika sedang b'canda kita sengaja menyubit,menggandeng tangannya,menyolek,bersalaman,DLL. Intinya kita dlm b'gaul tidak trlepas dr b'sentuhan dgn lawan jenis. Dan itu sangatlah dilarang,kecuali pada hal yg kritis/ khusus diperbolehkan.
Maka dari itu, penting banget bagi kedua insan yg dibuai asmara itu utk mengetahui batasan2 dalam agama ini. Sbelum mrk mMutuskan utk menjalin relationship dgn yg dikasihinya. Useless aja kata cinta itu t'ucap tapi hanya sbg topeng utk m'nikmati perbuatan yg jelas2 msh haram.
Kalau mrk tahu, sekedar utk mencium si dia itu saja sangat sulit, harus ijab kabul dulu dgn si papa dari si doi itu. Harus kasih mahar dulu. Alias harus nikah,titik.
Kenapa aku katakan pacaran itu menyiksa? Krn ktika dua insan itu saling menatap,di sana terjadi gejolak rasa yg menginginkan utk lebih dr skedar mNatap. Maka dr itu knp kita harus menjaga pandangan?
Pacaran itu Sungguh menyiksa, mungkin ada yg bilang "susah amat sih pake ditahan-tahan segala, udah cium aja". Sepele ya,tapi gmn nanti p'tanggung jawabannya di hadapan ALLAH Tuhan Yang Memberi kita akal utk berpikir tentang adzab yg ALLAH sediakan bagi mereka yg lalai?
Mungkin ada yg bilang "ya kalau gitu jangan pacaran". Alhamdulillah jika semua remaja paham akan hal itu. Dijamin Mall and bioskop 21 sepi dari pengunjung remaja. Amin.
Tahukah kamu, pacaran itu juga menyiksa orang lain yg melihat mereka? Tidak ada kebaikan dlm pacaran, sekali pun niat mereka adalah utk saling mengenal lebih dalam, yg t'kadang saking dalamnya hingga satu sama lain saling tahu apa yg ada di dalam pakaian mereka?
Apalah arti dr sebuah cinta yg t'balas jika kedua manusia itu tidak bisa m'jaga orang yg dicintainya dari siksa api neraka?
Itu sebabnya aku katakan menyiksa, karena sulit utk m'hindari kesalahan yg mana kita sendiri m'biarkan kita melakukan kesalahan itu dari awal. Melegalkan yg masih haram bukanlah jalan yg tepat utk m'lampiaskan hasrat di hati.
Senangnya msh bisa menulis,skalipun t'batas krn tidak memakai komputer. Kenyataan bahwa di dalam hati seseorang itu tidak menginginkan pacaran, maka ALLAH m'jaga orang itu dari kesalahan yg akan dia perbuat.
Jika memang orang itu serius, maka istikharah'lah. Berdoalah : Ya ALLAH jika perkara ini baik bagiku,bagi agamaku, bagi masa depan kehidupanku di dunia dan akhirat, maka jadikanlah perkara itu untukku dan berikanlah aku ridha'MU atas perkara itu. Jika memang perkara itu buruk bagiku,bagi agamaku DST, Maka jauhkanlah aku dr perkara itu sbagaimana ENGKAU menjauhkan timur dgn barat,dan berilah aku pengganti yg lebih baik.
Note: doa itu bisa di baca pada doa istikharah. Dan t'gantung dr apa yg kita inginkan,selama masih mengikuti Sunnah,ALLAHU 'ALAM
Tidak hanya utk menentukan jodoh yg kita inginkan, tp jg bisa utk pekerjaan yg ingin kita raih,agar pkerjaan itu tidak mbuat kita lalai dr Perintah Allah Ta'ala. Insya Allah jika memang apa yg saat itu ada dihadapan kita dan t'nyata bukan hal yg baik utk kita, kita akan dijauhkan dr hal tsb, t'masuk dr orang yg kita cintai. Karena Allah telah M'ciptakan manusia b'pasang2an.
Namun,alangkah sangat ruginya jika kita tidak mampu m'jaga diri dr siksa Allah nanti karena p'buatan t'Larang yg kita lakukan b'samanya, jika orang yg kita cintai saat ini t'nyata "bukan" jodoh kita. Karena itu semakin lama sepasang manusia m'jalin kasih, semakin banyak dosa yg t'ukir pada p'jalanan kisah klasik utk masa depan mereka,memang teguran ALLAH mungkin tidak dirasakan langsung di dunia ini tapi nanti di akhirat. Dan sadar atau tidak, pacaran itu sungguh menyiksa.
Ada ngga ya yg bisa sekedar m'jaga hati utk orang yg dicintai? Semoga saja hidup ini t'ukir oleh kisah cinta yg diridhai Allah Subhanahu Wa Ta'ala, amiin.
Kabar gembira lagi
Alhamdulillah, tiba2 saja hr ini aku dpt tlp yg mbangunkan aku dr stengah tidurku. Dan si penelepon mberi tahu diriku, bahwa insya Allah bsok dirinya akan menjawab pertanyaan yg sudah lama ku ajukan kpd dirinya +- 5 thn yg lalu,yaitu ttg pertanyaan "kapan kamu akan mulai pakai jilbab?"
Sbenarnya prtanyaan itu tidak hrs t'ucap olehku / siapa pun t'hadap seorang wanita, andai Orang Tua mrk m'beri arahan ttg agama ini sedari kecil, hingga wanita itu meMahami apa2 saja yg m'jadi kWAJIBan bagi dirinya yg diPerintahkan Allah. Orang tua adalah teladan, penunjuk arah t'baik. Krn benar saja, ketika seseorang pada usia di mana ia merasa dirinya bisa memutuskan sesuatu, siapa pun tidak bisa memaksa dia (contoh utk memakai jilbab) kecuali diri orang itu sendiri yg memilih utk menjalani apa yg menurutnya baik.
Aku sangat senang, karena apa yg aku harapkan dari orang tsb,akan trwujud. Aku ingin suatu saat dpt mLihat dirinya mMakai jilbab. Kalo dipikir lama jg ya mNanti kejadian itu trwujud, 5 thn. TAPI, apakah ada ksempatan bagiku utk melihatnya? Krn 3 hari lagi aku sdh mNinggalkan negeri ini. Kalau pun aku tdk sempat mLihatnya, cukup m'Dengar langsung niat dr dirinya di malam ini saja sdh sangat mbuatku senang. Akhirnya wanita yg dulu sempat menghilang kabarnya entah ke mana? Kini dpt ku ketahui kabarnya lagi dalam keadaan yg jauh lebih baik dr sbelumnya. Ditambah lagi, keputusannya itu mDapat dukungan dr teman2 dekatnya dan tempatnya bkerja, alhamdulillah. Mudah2an Allah mberinya kemudahan, dan selalu menuntunnya ke arah yg lebih baik utk menunaikan ibadah dalam agama ini. Sehingga dia bisa menjalani kewajibannya itu tanpa rintangan yg b'arti, Allahumma amiin.
5 thn yg lalu, dia belum bisa mnerima saran / nasihat agar dirinya mMakai jilbab. Bahkan mungkin mnunjukan penolakan dari sikap / perkataannya. Dan dia adalah orang yg prtama mbuatku sadar bahwa kita tidak bisa mMaksa kepada orang yg kita cintai utk mLakukan kBaikan bg diri mrk, sekalipun hal yg disampaikan adalah utk kebaikan mereka juga. Mereka butuh waktu dan proses. Dan proses dari perubahan karakter / sikap / sifat seseorang terjawab saat ini seiring wkt yg berlalu meskipun butuh wkt yg lama. Bahkan dia saat ini lebih bisa mnerima masukan/ nasihat. Padahal pembicaraan itu terjadi di tengah malam hingga jam 2 pagi. Dan setelahnya dia tidak mengeluh / menolak kejadian di malam itu. Justru pembicaraan itu mbuatnya tidak bisa tdr hingga matahari menyapa,karena ia merenungi apa yg dia dengar,mencoba menerima tanpa membantah,dan memikirkan apa yg akan ia lakukan. Padahal aku sbg lawan bicaranya sdh bablas entah sampai mana mimpinya. Maaf ya..
Krn aku sendiri sdh tidak peduli thadap apa yg aku sampaikan kpd dia di malam itu, apakah ia terima / ia tolak dgn sikap spt 5 thn yg lalu? Aku hnya bpikir bahwa mungkin aku sdh tdk punya ksempatan lagi utk mNgatakan apa yg sharusnya ia tahu sbg seorang muslimah. Jd malam itu aku utarakan apa yg ada dalam isi kepalaku. Dan itulah yg tjadi, ia tidak mbantah seperti kejadian 5 thn yg lalu, padahal saat ini aku bukanlah siapa2 lagi bg dirinya. We just friend dlm denotasi sebenarnya. Jd apa yg menyebabkan seseorang bisa menerima / menolak sebuah nasihat? Padahal dulu segala sesuatu yg ku sampaikan pada siang hari,dan pada status yg terakreditasi sbg seseorang yg dicintai. Kaya kampus aja deh. Tapi knp dulu itu justru ditentang?
Aku menulis smua ini krn aku mengakui kesalahanku pada seseorang yg pernah jg ku nasihati di waktu yg sama. Sbenarnya di malam itu adalah malam yg sama utk sesuatu yg ingin aku sampaikan, tapi mungkin dirasa malam itu bukanlah wkt yg tepat. Semoga saja orang itu bisa memahami kondisi di malam itu suatu hari nanti. Sekalipun bagi dia aku sudah tiada.
Krn seperti hal nya someone yg mulai pakai jilbab ini, kebaikan itu hanya utk orang yg mengamalkannya. Tidak ada bedanya kan, apakah aku bisa melihatnya / tidak bisa melihat dia saat dia mulai melakukan kebaikan itu? Toh jilbab dan busana muslimah tetap harus dia gunakan sbg pakaian sehari-hari. Krn smua itu adalah tuntutan dari Allah, bukan dariku. Dan bukan karena aku. Tapi aku sangat senang mendengarnya.
Hanya Allah Yang Maha Tahu apa kesalahanku dalam peranan yg ku jalani, sekali pun aku salah. Aku harap wanita itu bisa mencari tahu apa-apa saja yg bisa membuatnya berlinang air mata utk menangisi keadaan dirinya sendiri. Karena Allah telah memberikan kesempurnaan pada agama ini yg mengatur segala sesuatu, t'masuk tentang wanita. Tapi kebanyakan wanita tidak tahu dan masih ingin bebas menjalani sisa hidupnya yg tidak lebih dari 1 abad ini.
Akhirnya aku bisa pergi dgn tenang, sekali pun aku tidak bisa bertemu dgn nya lagi. Dia adalah seseorang yg pernah ada di hati ini dan masih ada hingga saat ini. Yg kini memberi kabar gembira ttg keadaan dirinya. Semoga saja Allah memberikan yg terbaik bagiku dan juga bagi dirinya. Amin.
Hingga aku percaya bahwa nasihat itu tetap baik sekali pun datang pada kondisi yg tidak baik.
Sbenarnya prtanyaan itu tidak hrs t'ucap olehku / siapa pun t'hadap seorang wanita, andai Orang Tua mrk m'beri arahan ttg agama ini sedari kecil, hingga wanita itu meMahami apa2 saja yg m'jadi kWAJIBan bagi dirinya yg diPerintahkan Allah. Orang tua adalah teladan, penunjuk arah t'baik. Krn benar saja, ketika seseorang pada usia di mana ia merasa dirinya bisa memutuskan sesuatu, siapa pun tidak bisa memaksa dia (contoh utk memakai jilbab) kecuali diri orang itu sendiri yg memilih utk menjalani apa yg menurutnya baik.
Aku sangat senang, karena apa yg aku harapkan dari orang tsb,akan trwujud. Aku ingin suatu saat dpt mLihat dirinya mMakai jilbab. Kalo dipikir lama jg ya mNanti kejadian itu trwujud, 5 thn. TAPI, apakah ada ksempatan bagiku utk melihatnya? Krn 3 hari lagi aku sdh mNinggalkan negeri ini. Kalau pun aku tdk sempat mLihatnya, cukup m'Dengar langsung niat dr dirinya di malam ini saja sdh sangat mbuatku senang. Akhirnya wanita yg dulu sempat menghilang kabarnya entah ke mana? Kini dpt ku ketahui kabarnya lagi dalam keadaan yg jauh lebih baik dr sbelumnya. Ditambah lagi, keputusannya itu mDapat dukungan dr teman2 dekatnya dan tempatnya bkerja, alhamdulillah. Mudah2an Allah mberinya kemudahan, dan selalu menuntunnya ke arah yg lebih baik utk menunaikan ibadah dalam agama ini. Sehingga dia bisa menjalani kewajibannya itu tanpa rintangan yg b'arti, Allahumma amiin.
5 thn yg lalu, dia belum bisa mnerima saran / nasihat agar dirinya mMakai jilbab. Bahkan mungkin mnunjukan penolakan dari sikap / perkataannya. Dan dia adalah orang yg prtama mbuatku sadar bahwa kita tidak bisa mMaksa kepada orang yg kita cintai utk mLakukan kBaikan bg diri mrk, sekalipun hal yg disampaikan adalah utk kebaikan mereka juga. Mereka butuh waktu dan proses. Dan proses dari perubahan karakter / sikap / sifat seseorang terjawab saat ini seiring wkt yg berlalu meskipun butuh wkt yg lama. Bahkan dia saat ini lebih bisa mnerima masukan/ nasihat. Padahal pembicaraan itu terjadi di tengah malam hingga jam 2 pagi. Dan setelahnya dia tidak mengeluh / menolak kejadian di malam itu. Justru pembicaraan itu mbuatnya tidak bisa tdr hingga matahari menyapa,karena ia merenungi apa yg dia dengar,mencoba menerima tanpa membantah,dan memikirkan apa yg akan ia lakukan. Padahal aku sbg lawan bicaranya sdh bablas entah sampai mana mimpinya. Maaf ya..
Krn aku sendiri sdh tidak peduli thadap apa yg aku sampaikan kpd dia di malam itu, apakah ia terima / ia tolak dgn sikap spt 5 thn yg lalu? Aku hnya bpikir bahwa mungkin aku sdh tdk punya ksempatan lagi utk mNgatakan apa yg sharusnya ia tahu sbg seorang muslimah. Jd malam itu aku utarakan apa yg ada dalam isi kepalaku. Dan itulah yg tjadi, ia tidak mbantah seperti kejadian 5 thn yg lalu, padahal saat ini aku bukanlah siapa2 lagi bg dirinya. We just friend dlm denotasi sebenarnya. Jd apa yg menyebabkan seseorang bisa menerima / menolak sebuah nasihat? Padahal dulu segala sesuatu yg ku sampaikan pada siang hari,dan pada status yg terakreditasi sbg seseorang yg dicintai. Kaya kampus aja deh. Tapi knp dulu itu justru ditentang?
Aku menulis smua ini krn aku mengakui kesalahanku pada seseorang yg pernah jg ku nasihati di waktu yg sama. Sbenarnya di malam itu adalah malam yg sama utk sesuatu yg ingin aku sampaikan, tapi mungkin dirasa malam itu bukanlah wkt yg tepat. Semoga saja orang itu bisa memahami kondisi di malam itu suatu hari nanti. Sekalipun bagi dia aku sudah tiada.
Krn seperti hal nya someone yg mulai pakai jilbab ini, kebaikan itu hanya utk orang yg mengamalkannya. Tidak ada bedanya kan, apakah aku bisa melihatnya / tidak bisa melihat dia saat dia mulai melakukan kebaikan itu? Toh jilbab dan busana muslimah tetap harus dia gunakan sbg pakaian sehari-hari. Krn smua itu adalah tuntutan dari Allah, bukan dariku. Dan bukan karena aku. Tapi aku sangat senang mendengarnya.
Hanya Allah Yang Maha Tahu apa kesalahanku dalam peranan yg ku jalani, sekali pun aku salah. Aku harap wanita itu bisa mencari tahu apa-apa saja yg bisa membuatnya berlinang air mata utk menangisi keadaan dirinya sendiri. Karena Allah telah memberikan kesempurnaan pada agama ini yg mengatur segala sesuatu, t'masuk tentang wanita. Tapi kebanyakan wanita tidak tahu dan masih ingin bebas menjalani sisa hidupnya yg tidak lebih dari 1 abad ini.
Akhirnya aku bisa pergi dgn tenang, sekali pun aku tidak bisa bertemu dgn nya lagi. Dia adalah seseorang yg pernah ada di hati ini dan masih ada hingga saat ini. Yg kini memberi kabar gembira ttg keadaan dirinya. Semoga saja Allah memberikan yg terbaik bagiku dan juga bagi dirinya. Amin.
Hingga aku percaya bahwa nasihat itu tetap baik sekali pun datang pada kondisi yg tidak baik.
Sabtu, 10 Januari 2009
Maafkan aku kekasih
Dari kterbatasan sbuah hubungan, mnusia bisa mnyadari bahwa ada suatu sebab yg mnyebabkan hubungan itu berakhir. Mungkin, bisa mLihat ke blakang sjenak, adakah suatu kesalahan yg pernah dilakukan pd masa itu?
Dari prkataan yg spele sperti "kita jalani aja hubungan ini.." sering kali tidak trbesit di dlm benak kita bahwa hubungan itu akan tercampuri oleh kesalahan. Iya, utk di saat t'akhir kita bisa mengatakan "namanya manusia tak luput dr ksalahan" tapi apakah itu yg kita mau? Memang kita tidak tahu tentang masa depan. Tapi ada satu pesan yg mungkin telah terhapus dari memori beberapa orang. Bahwa sering kali sepasang insan itu terjebak dlm situasi yg menyebabkan mereka TIDAK BISA utk mengatakan TIDAK pada hal yg di Larang ALLAH?
Setelah semua terjadi Ada satu kata yg mudah utk diucapkan tapi sulit utk diberikan,yaitu kata "maaf". Tanpa membahas kesalahan apa yg terjadi, semua memang telah terjadi. Memang kita tidak akan pernah tahu tanpa pernah mencoba hal itu, sekali pun itu menyangkut suatu hubungan. Ataukah hubungan itu sendiri terbangun atas dasar niat "coba-coba"?
Apapun itu, baiknya hubungan itu terbangun atas dasar cinta karena Allah. Hingga kata "maafkan aku kekasih" terucap pada batas kewajaran atas kesalahan yg terjadi yg menyebabkan hubungan itu b'akhir, Bukan sebaliknya kata maaf itu t'ucap karena suatu kesalahan yg fatal yg merugikan salah satu pihak.
Susah banget deh bkin tulisan kaya gini pake Hp,cape mencet hurufnya. Knp aku nulis kaya gini, karena acara trmehek-mehek yg aku tonton hr ini tgl 10 jan 09 sabtu ini. Ya kalo teman2 nonton acara itu, itu salah satu bukti bahwa dgn kita "menyepelekan" suatu hal yg dilarang agama,suatu saat kita akan terjebak pd kondisi yg sulit utk mengatakan "tidak" terhadap hal yg dilarang Allah.
Maaf,andai ada suatu perkataanku di tulisan ini yg tidak berkenan. Kata2 itu "Bukan" utk menyinggung atau menggurui. Apa yg kusampaikan, itu sebuah nasihat, utk diriku dan jg yg lainnya. Bilamana nasihat itu tidak berkenan utk di dengar,atau cara penyampainnya yg salah,atau pada waktu yg salah pula.
Maka mohon dipahami, bahwa orang yg memberimu nasihat spt ini adalah "orang luar" bagimu yg "tidak memiliki" hubungan darah dgn'mu,sehingga jika kamu tidak menyukai nasihatnya maka lelaki ini akan tetap jadi orang luar bagimu kan? Sekali pun dia adalah pacarmu.
Misal: seorang lelaki menasihati kekasihnya dgn melarang si wanita melakukan ini dan itu , tapi si wanita itu tidak menyukai hal itu dan wanita itu menganggap lelaki yg menjadi kekasihnya ini telah mengekang kebebasan dirinya dalam mlakukan ssuatu. "belum jadi suami gue aja udah ngelarang gue begini begitu,gmn nanti kLo udah jd suami gue, bisa2 gue kaya dipenjara." dan karena merasa tidak suka dgn cara dinasihati seperti itu lalu si wanita minta putus dgn lelaki td.
Tapi beda 180 derajat jika yg mberi nasihat itu adalah ayahmu atau kakakmu, Sekali pun nasihat itu terasa "panas" utk kmu dengarkan,dan terasa "berat" utk kmu jalankan,sekalipun juga ayahmu / kakakmu menasihati "di waktu yg salah" dan kamu sangat tidak menyukai hal itu. Toh mereka akan "tetap" jadi ayah dan kakakmu,iya kan? Tidak mungkin kan kamu minta putus hubungan sbg anak dari ayahmu / adik dr kakakmu? Terus jg tidak mungkin kamu m'hingdar / menjauhi mereka? Krn mereka tetap dan akan selalu jd keluargamu.
TAPI, dgn nasihat yg sama,cara yg sama, sekalipun di waktu yg sama,entah apakah itu wkt yg tepat atau tidak, Jika ada orang luar yg menasihatimu dan kmu tidak suka, orang tsb tetap orang lain bagimu yg tidak bisa mencegahmu utk menjauh darinya, yg jg tdk bisa memaksamu utk jangan meninggalkan dirinya.orang itu hanya ingin memberi tahu kebaikan utk dirimu. Sekalipun orang itu bukan kluargamu.
Maafkan aku, sekali pun aku hanya teman yg tidak memiliki arti penting bagimu, jika apa yg pernah aku katakan tidak berkenan utkmu. Aku bukan siapa2,dan aku hanya manusia biasa. Sekalipun yg ku cari dan yg ku inginkan mungkin lebih dr sekedar teman bagimu,tetap saja aku tidak bisa mencegahmu melakukan apa yg kamu mau padahal hal tesebut "ternyata" dilarang Allah. Maafkan aku
Dari prkataan yg spele sperti "kita jalani aja hubungan ini.." sering kali tidak trbesit di dlm benak kita bahwa hubungan itu akan tercampuri oleh kesalahan. Iya, utk di saat t'akhir kita bisa mengatakan "namanya manusia tak luput dr ksalahan" tapi apakah itu yg kita mau? Memang kita tidak tahu tentang masa depan. Tapi ada satu pesan yg mungkin telah terhapus dari memori beberapa orang. Bahwa sering kali sepasang insan itu terjebak dlm situasi yg menyebabkan mereka TIDAK BISA utk mengatakan TIDAK pada hal yg di Larang ALLAH?
Setelah semua terjadi Ada satu kata yg mudah utk diucapkan tapi sulit utk diberikan,yaitu kata "maaf". Tanpa membahas kesalahan apa yg terjadi, semua memang telah terjadi. Memang kita tidak akan pernah tahu tanpa pernah mencoba hal itu, sekali pun itu menyangkut suatu hubungan. Ataukah hubungan itu sendiri terbangun atas dasar niat "coba-coba"?
Apapun itu, baiknya hubungan itu terbangun atas dasar cinta karena Allah. Hingga kata "maafkan aku kekasih" terucap pada batas kewajaran atas kesalahan yg terjadi yg menyebabkan hubungan itu b'akhir, Bukan sebaliknya kata maaf itu t'ucap karena suatu kesalahan yg fatal yg merugikan salah satu pihak.
Susah banget deh bkin tulisan kaya gini pake Hp,cape mencet hurufnya. Knp aku nulis kaya gini, karena acara trmehek-mehek yg aku tonton hr ini tgl 10 jan 09 sabtu ini. Ya kalo teman2 nonton acara itu, itu salah satu bukti bahwa dgn kita "menyepelekan" suatu hal yg dilarang agama,suatu saat kita akan terjebak pd kondisi yg sulit utk mengatakan "tidak" terhadap hal yg dilarang Allah.
Maaf,andai ada suatu perkataanku di tulisan ini yg tidak berkenan. Kata2 itu "Bukan" utk menyinggung atau menggurui. Apa yg kusampaikan, itu sebuah nasihat, utk diriku dan jg yg lainnya. Bilamana nasihat itu tidak berkenan utk di dengar,atau cara penyampainnya yg salah,atau pada waktu yg salah pula.
Maka mohon dipahami, bahwa orang yg memberimu nasihat spt ini adalah "orang luar" bagimu yg "tidak memiliki" hubungan darah dgn'mu,sehingga jika kamu tidak menyukai nasihatnya maka lelaki ini akan tetap jadi orang luar bagimu kan? Sekali pun dia adalah pacarmu.
Misal: seorang lelaki menasihati kekasihnya dgn melarang si wanita melakukan ini dan itu , tapi si wanita itu tidak menyukai hal itu dan wanita itu menganggap lelaki yg menjadi kekasihnya ini telah mengekang kebebasan dirinya dalam mlakukan ssuatu. "belum jadi suami gue aja udah ngelarang gue begini begitu,gmn nanti kLo udah jd suami gue, bisa2 gue kaya dipenjara." dan karena merasa tidak suka dgn cara dinasihati seperti itu lalu si wanita minta putus dgn lelaki td.
Tapi beda 180 derajat jika yg mberi nasihat itu adalah ayahmu atau kakakmu, Sekali pun nasihat itu terasa "panas" utk kmu dengarkan,dan terasa "berat" utk kmu jalankan,sekalipun juga ayahmu / kakakmu menasihati "di waktu yg salah" dan kamu sangat tidak menyukai hal itu. Toh mereka akan "tetap" jadi ayah dan kakakmu,iya kan? Tidak mungkin kan kamu minta putus hubungan sbg anak dari ayahmu / adik dr kakakmu? Terus jg tidak mungkin kamu m'hingdar / menjauhi mereka? Krn mereka tetap dan akan selalu jd keluargamu.
TAPI, dgn nasihat yg sama,cara yg sama, sekalipun di waktu yg sama,entah apakah itu wkt yg tepat atau tidak, Jika ada orang luar yg menasihatimu dan kmu tidak suka, orang tsb tetap orang lain bagimu yg tidak bisa mencegahmu utk menjauh darinya, yg jg tdk bisa memaksamu utk jangan meninggalkan dirinya.orang itu hanya ingin memberi tahu kebaikan utk dirimu. Sekalipun orang itu bukan kluargamu.
Maafkan aku, sekali pun aku hanya teman yg tidak memiliki arti penting bagimu, jika apa yg pernah aku katakan tidak berkenan utkmu. Aku bukan siapa2,dan aku hanya manusia biasa. Sekalipun yg ku cari dan yg ku inginkan mungkin lebih dr sekedar teman bagimu,tetap saja aku tidak bisa mencegahmu melakukan apa yg kamu mau padahal hal tesebut "ternyata" dilarang Allah. Maafkan aku
Rabu, 07 Januari 2009
Yang dibuang Yang dibenci Yang dilupakan
Suatu hari aku menemukan secarik kertas yg entah asalnya dari mana tapi ternyata isinya sangatlah agung dan bermanfaat, apalagi ada ayat Al Qur’an-nya. Tapi, kenapa lembaran kertas itu seperti sampah?. Hampir-hampir saja terinjak dan terbuang ke tempat sampah. Ku lihat dari bentuknya seperti bekas bungkus nasi uduk (atau bungkus sesuatu). Karena keluargaku sering beli nasi uduk, dan kalau pun yg namanya pembungkus ya dibuang begitu saja. Tapi ternyata isinya itu lho yg bikin terperanjat. Astagfirullah... Ada ayat al Qur’an-nya surat An Nuur ayat 30-31. Dan itu adalah lembaran kertas dari buku pendidikan agama tingkat 2 SMP. Subhanallah, isinya adalah tentang adab pergaulan antara lawan jenis. Sungguh agung dan sangat bermanfaat. Di mana saat ini banyak lelaki dan perempuan yg melanggar hal itu dalam bergaulnya. Mereka itu sebenarnya tidak tahu atau melupakan atau menentang aturan itu yg jelas-jelas ada di Al Qur’an.http://img150.imageshack.us/img150/803/yangdilupakanpy9.jpg
Ketika hal seperti itu pernah aku sampaikan kepada wanita yg aku cintai dan aku harapkan agar dia menjadi pendamping hidupku, mungkin wanita itu merasa terkekang kebebasan pergaulannya, merasa tidak cocok dengan diriku yg berusaha menjaga hal seperti itu dengannya. Sebenarnya dengan siapa pun dia, seharusnya adab pergaulannya harus tetap terjaga, dan hal yg dianggap mengekang kebebasan itu tidak ada hubungannya dengan diriku. Karena ALLAH-lah Tuhanku dan Tuhanmu yang membuat peraturan itu dan semua itu ada hikmahnya.
Perhatikanlah kertas yang terbuang itu, di anggap sampah. Entah karena tidak lagi digunakan sebagai buku pelajaran, atau karena isinya tidak berguna? jangan-jangan malah isi lembaran itu sangat dibenci sebagian orang karena dianggap mengekang kebebasannya? TERNYATA, hal seperti itu telah diajarkan dalam pendidikan di tingkat SMP. Jika si pemilik lembaran kertas buku agama itu (pria atau wanita) pernah membacanya tentulah dia seharusnya bisa menjaga cara dia bergaul. Apakah dia pernah menyentuh kulit wanita dengan sengaja atau penuh nafsu diluar jalur yg diRidhai ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala? apakah dia memandang wanita itu sebebasnya tanpa memikirkan apa yg dulu pernah ia pelajari? JIKA dari SMP hal itu telah di ajarkan dan hal itu diterapkan. Maka dijamin muslimah saat ini masih terjaga keperawanannya. Dijamin berkurangnya jumlah pelajar yg putus sekolah atau kuliah dikarenakan hamil di luar nikah. Dijamin bayi-bayi itu tidak terarbosi karena terlahir dari hubungan yang haram. Siapa yang menjamin hal itu? ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala Yang Menjamin hal itu, JIKA saja hamba-Nya mau Taat.
Tapi apa yg terjadi? siapa pemilik buku itu? karena dulu ketika SMP yg aku tahu dan aku alami, tidak diajarkan tentang hal itu. Bahkan tidak diajarkan tentang kewajiban untuk memakai jilbab. Padahal usia SMP bagi wanita itu adalah di usia mereka yg menginjak masa baligh, di usia mereka yang pertama kali mendapat haid, di usia mereka di mana kewajiban agama itu telah dibebankan untuk mereka jalani dan mereka taati. itulah usia wanita ketika duduk di bangku SMP, di mana seharusnya hal itu telah diajarkan kepada mereka. Lalu, kenapa lembarang yang agung itu terbuang begitu saja seperti sampah (dan hampir menjadi sampah)? Kenapa aku katakan agung, karena di dalamnya tertulis ayat Al Qur’an yang membahas tentang pandangan mata, tentang kewajiban menutup aurat, tentang siapa sajakah mahram itu, tentang keberuntungan wanita yang mau bertaubat. Tetapi kertas itu terbuang begitu saja.
Mungkin kertas itu adalah sesuatu yang tidak berharga, ya iyalah Cuma kertas gitu lho...!
Tapi apakah isinya juga tidak berharga?
Apakah isinya adalah sesuatu yg layak dibuang begitu saja dari ingatan orang-orang yang pernah mempelajarinya? sehingga selesai belajar maka kertas itu tidak lagi berguna apalagi untuk sekedar disimpan dan dihargai. Iya dihargai sebagai bungkus nasi, dijual per kilo---
Apakah isinya adalah sesuatu yg sangat dibenci karena mengekang kebebasan pergaulan? sehingga menuntut orang itu untuk kuper, untuk menjaga adab, ini tidak boleh, itu dilarang, apakah itu yg dibenci dari agama ini?
Apakah isinya adalah sesuatu yang harus dilupakan dari tatanan kehidupan kita sehari-hari? sehingga kelak ALLAH akan melupakan hamba-hambaNya yang melupakan ALLAH.
Apakah orang-orang yang mengatakan tentang hal di atas seperti isi pada lembaran kertas yg terbuang itu, orang-orang yg menjaga pergaulan karena ALLAH, orang-orang yang meginginkan orang di sekitarnya tahu bahwa hal itu harus dijaga, apakah orang-orang yang berusaha untuk memberi tahu itu layak untuk dibenci, untuk dihindari, bahkan dilupakan? hanya karena mengatakan hal ini dan itu dilarang oleh ALLAH.
Sesungguhnya hanya kepada ALLAH saja kita berlindung. Hanya ALLAH tempat kita kembali dan mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita. Jika ingin melihat isi dari kertas itu silahkan mengklik link berikut ini :
Ketika hal seperti itu pernah aku sampaikan kepada wanita yg aku cintai dan aku harapkan agar dia menjadi pendamping hidupku, mungkin wanita itu merasa terkekang kebebasan pergaulannya, merasa tidak cocok dengan diriku yg berusaha menjaga hal seperti itu dengannya. Sebenarnya dengan siapa pun dia, seharusnya adab pergaulannya harus tetap terjaga, dan hal yg dianggap mengekang kebebasan itu tidak ada hubungannya dengan diriku. Karena ALLAH-lah Tuhanku dan Tuhanmu yang membuat peraturan itu dan semua itu ada hikmahnya.
Perhatikanlah kertas yang terbuang itu, di anggap sampah. Entah karena tidak lagi digunakan sebagai buku pelajaran, atau karena isinya tidak berguna? jangan-jangan malah isi lembaran itu sangat dibenci sebagian orang karena dianggap mengekang kebebasannya? TERNYATA, hal seperti itu telah diajarkan dalam pendidikan di tingkat SMP. Jika si pemilik lembaran kertas buku agama itu (pria atau wanita) pernah membacanya tentulah dia seharusnya bisa menjaga cara dia bergaul. Apakah dia pernah menyentuh kulit wanita dengan sengaja atau penuh nafsu diluar jalur yg diRidhai ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala? apakah dia memandang wanita itu sebebasnya tanpa memikirkan apa yg dulu pernah ia pelajari? JIKA dari SMP hal itu telah di ajarkan dan hal itu diterapkan. Maka dijamin muslimah saat ini masih terjaga keperawanannya. Dijamin berkurangnya jumlah pelajar yg putus sekolah atau kuliah dikarenakan hamil di luar nikah. Dijamin bayi-bayi itu tidak terarbosi karena terlahir dari hubungan yang haram. Siapa yang menjamin hal itu? ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala Yang Menjamin hal itu, JIKA saja hamba-Nya mau Taat.
Tapi apa yg terjadi? siapa pemilik buku itu? karena dulu ketika SMP yg aku tahu dan aku alami, tidak diajarkan tentang hal itu. Bahkan tidak diajarkan tentang kewajiban untuk memakai jilbab. Padahal usia SMP bagi wanita itu adalah di usia mereka yg menginjak masa baligh, di usia mereka yang pertama kali mendapat haid, di usia mereka di mana kewajiban agama itu telah dibebankan untuk mereka jalani dan mereka taati. itulah usia wanita ketika duduk di bangku SMP, di mana seharusnya hal itu telah diajarkan kepada mereka. Lalu, kenapa lembarang yang agung itu terbuang begitu saja seperti sampah (dan hampir menjadi sampah)? Kenapa aku katakan agung, karena di dalamnya tertulis ayat Al Qur’an yang membahas tentang pandangan mata, tentang kewajiban menutup aurat, tentang siapa sajakah mahram itu, tentang keberuntungan wanita yang mau bertaubat. Tetapi kertas itu terbuang begitu saja.
Mungkin kertas itu adalah sesuatu yang tidak berharga, ya iyalah Cuma kertas gitu lho...!
Tapi apakah isinya juga tidak berharga?
Apakah isinya adalah sesuatu yg layak dibuang begitu saja dari ingatan orang-orang yang pernah mempelajarinya? sehingga selesai belajar maka kertas itu tidak lagi berguna apalagi untuk sekedar disimpan dan dihargai. Iya dihargai sebagai bungkus nasi, dijual per kilo---
Apakah isinya adalah sesuatu yg sangat dibenci karena mengekang kebebasan pergaulan? sehingga menuntut orang itu untuk kuper, untuk menjaga adab, ini tidak boleh, itu dilarang, apakah itu yg dibenci dari agama ini?
Apakah isinya adalah sesuatu yang harus dilupakan dari tatanan kehidupan kita sehari-hari? sehingga kelak ALLAH akan melupakan hamba-hambaNya yang melupakan ALLAH.
Apakah orang-orang yang mengatakan tentang hal di atas seperti isi pada lembaran kertas yg terbuang itu, orang-orang yg menjaga pergaulan karena ALLAH, orang-orang yang meginginkan orang di sekitarnya tahu bahwa hal itu harus dijaga, apakah orang-orang yang berusaha untuk memberi tahu itu layak untuk dibenci, untuk dihindari, bahkan dilupakan? hanya karena mengatakan hal ini dan itu dilarang oleh ALLAH.
Sesungguhnya hanya kepada ALLAH saja kita berlindung. Hanya ALLAH tempat kita kembali dan mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita. Jika ingin melihat isi dari kertas itu silahkan mengklik link berikut ini :
Semoga kita termasuk hamba-hamba ALLAH yang beruntung, amin. Beruntung karena tahu apa-apa yang ALLAH perintahkan dan kita jalani hal tersebut, beruntung karena tahu apa-apa yang ALLAH larang dan kita menghindari hal tersebut. Dan beruntung karena terhidar dari kebodohan akan ilmu agama. Beruntung karena ALLAH masih mengutus seseorang yang bukan nabi untuk memberi tahu kebenaran kepada diri kita. Dan beruntung karena kita mengikuti kebenaran itu karena ingin meraih Ridha ALLAH. Dan sangatlah beruntung karena kita akan melihat WAJAH ALLAH YANG MAHA AGUNG. Allahumma Amin.
Sabtu, 27 Desember 2008
Nasihat Nabi Ibrahim alaihis sallam kepada para Istri
Kisah ini dikutip dari sebuah buku yg berjudu 61 Kisah Pengatar Tidur
oleh Muhammad bin Hamid Abdul Wahab
Penerbit : Darul Haq (hal 50 – Kisah ke 19, judul Keluarga Yang Diberkahi)
Kisah ini tentang Nabi Ismail alaihis sallam yg beranjak dewasa dan kemudian menikah dengan salah seorang gadis. Setelah menjelang beberapa lama ia menikah, Nabi Ibrahim alaihis sallam datang untuk melihat anak dan istri yg ditinggalkannya, tetapi beliau tidak bertemu Ismail alaihis sallam. Lalu Nabi Ibrahim alaihis sallam bertanya kepada istri Ismail perihal keadaannya. Istri Ismail menjawab, *Ia pergi mencari kebutuhan kami*. Kemudian Nabi Ibrahim alaihis sallam menanyakan mengenai kehidupan dan keadaan mereka. Perempuan itu menjawab, *Kami dalam keadaan sengsara, kami dalam kesempitan dan kesusahan*. Ia mengadukan kesusahan hidupnya kepada Nabi Ibrahim alaihis sallam.
Kemudian Nabi Ibrahim alaihis sallam berpesan, *Apabila nanti suamimu datang, sampaikanlah salam kepadanya dan katakanlah supaya mengganti daun pintunya*.
Setelah Ismail alaihis sallam datang, seolah-olah ia merasakan sesuatu, lalu ia bertanya kepada istrinya, *Adakah orang yg datang kepadamu?* Ia menjawab, *Ya, ada orang tua, perawakannya begini,begini? Dia menanyakanmu, lalu saya menceritakan tujuan kepergianmu kepadanya. Dia juga menanyakan bagaimana kehidupan kita. Maka aku sampaikan bahwa sesungguhnya kita dalam kesusahan dan menderita*. Ismail bertanya lagi, *Apakah ia berpesan sesuatu kepadamu?* Istrinya menjawab, *Ya, dia menyuruhku untuk menyampaikan salam kepadamu dan berpesan agar engkau mengganti daun pintumu*.
Ismail alihis sallam berkata, *Orang itu adalaha ayahku! Sesungguhnya dia menyuruhku supaya menceraikanmu. Sekarang kembalilah kepada keluargamu*. Ismail pun mentalaknya.
Kemudian Ismail alaihis sallam menikah lagi dengan wanita lain. Setelah beberapa lama Nabi Ibrahim alaihis sallam dating kembali tetapi tidak bertemu dengan Ismail. Beliau lalu masuk ke rumah istri Ismail, dan menanyakan segala sesuatu mengenai Ismail. Wanita itu menerangkan, *Dia pergi mencari kebutuhan kami*. Kemudian Nabi Ibrahim alaihis sallam bertanya, *Bagaiamana keadaanmu?*
Istri Ismail menjawab, *Kami dalam keadaan baik dan kecukupan*. Wanita itu sambil memuji ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Nabi Ibrahim alaihis sallam bertanya, *Apakah makanan sehari-harimu?* Wanita itu menjawab, *Daging*. Beliau bertanya, *Apa minumanmu?*. Wanita itu menjawab, *Air*. Nabi Ibrahim alaihis sallam kemudian berdoa, *Wahai Rabb, berilah berkah untuk mereka dalam daging dan air!*.
Ketika itu didaerah tersebut (Makkah) belum ada tanaman yg berbiji. Sekiranya mereka mempunyai tanaman tersebut niscaya Nabi Ibrahim alaihis sallam mendoakan keberkahannya. Maka yg dua itu (daging dan air) di negeri selain Makkah meskipun ada tetapi tidak sesuai untuk makanan pokok.
Selanjutnya Nabi Ibrahim alaihis sallam berkata, *Apabila datang suamimu, sampaikanlah salam kepadanya. Dan suruhlah dia supaya menetapkan daun pintunya!*.
Ketika Ismail alahis sallam datang, ia bertanya, *Adakah seseorang yg datang kepadamu?* IStrinya menjawab, *Ada. Telah datang kepada kamu orang tua yg baik keadaannya*. Dan wanita itu memujinya, *Ia menanyakan kabarmu dan menanyakan bagaimana kehidupan kita. Lalu saya ceritakan, bahwa sesungguhnya kita dalam keadaan baik*. Ismail bertanya, *Adakah ia berpesan untukku?* Istrinya menjawab, *Ada. Beliau menyuruhku menyampaikan salam kepadamu, dan disuruhnya engkau menetapkan daun pintumu*. Ismail alahis sallam berkata, *Itulah ayahku dan engkaulauh yg dikatakan daun pintu, beliau menyuruhku supaya tetap beristrikanmu*.
Dari saya:
Wahai wanita yg dimuliakan ALLAH. Sesungguhnya kisah itu bisa engkau jadikan pelajaran bagimu, khususnya dirimu yg sudah berumah tangga. Sadarilah, bahwa sesulit apapun kehidupan yg sedang engkau jalani bersama suamimu yg masih seorang muslim, maka hendaklah dirimu selalu bersyukurlah kepada ALLAH Ta’ala. Tanamkanlah di hatimu rasa cukup (qana’ah ) atas rezeki yg ALLAH berikan bagi keluargamu melalui hasil jerih payah suamimu, sekalipun rezeki itu dirasa sedikit. Hormatilah keluarga suamimu, yaitu bapak mertuamu, ibu suamimu, dan sayangilah saudara/i suamimu sebagaimana rasa sayang yg dibenarkan oleh agama Islam ini. Jagalah lisanmu dari mengatakan sesuatu yg buruk, berkeluh kesah, dan hindarilah memperbanyak perkataan yg tidak bermanfaat. Hendaklah lisanmu selalu mengeluarkan kalimat pujian bagi ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-NYA, Muhammad Shalallahu Alaihis Sallam. Sehingga dengan demikian semoga dirimu dan keluarga yg sedang engkau bina mendapatkan Ridha ALLAH. Dan engkau termasuk istri idaman dan ibu yg teladan bagi anak-anakmu. Jadilah wanita yg bermanfaat bagi suamimu, keluargamu, masyarakat di sekitarmu dan bagi agamamu. Sebarkanlah salam kepada setiap muslim/ muslimah yang engkau jumpai, dan perbanyaklah memuji ALLAH, karena DIA-lah Rabb Semesta Alam, yang telah mempersatukanmu dengan suamimu dalam jalinan kasih yang suci dan menghalalkan hubunganmu kepadanya. Tanpa seijin-NYA dan tanpa kuasa-NYA maka dirimu tidaklah seberuntung wanita sholehah yang menjadi idaman setiap muslim yang taat. Allahu ’alam.
oleh Muhammad bin Hamid Abdul Wahab
Penerbit : Darul Haq (hal 50 – Kisah ke 19, judul Keluarga Yang Diberkahi)
Kisah ini tentang Nabi Ismail alaihis sallam yg beranjak dewasa dan kemudian menikah dengan salah seorang gadis. Setelah menjelang beberapa lama ia menikah, Nabi Ibrahim alaihis sallam datang untuk melihat anak dan istri yg ditinggalkannya, tetapi beliau tidak bertemu Ismail alaihis sallam. Lalu Nabi Ibrahim alaihis sallam bertanya kepada istri Ismail perihal keadaannya. Istri Ismail menjawab, *Ia pergi mencari kebutuhan kami*. Kemudian Nabi Ibrahim alaihis sallam menanyakan mengenai kehidupan dan keadaan mereka. Perempuan itu menjawab, *Kami dalam keadaan sengsara, kami dalam kesempitan dan kesusahan*. Ia mengadukan kesusahan hidupnya kepada Nabi Ibrahim alaihis sallam.
Kemudian Nabi Ibrahim alaihis sallam berpesan, *Apabila nanti suamimu datang, sampaikanlah salam kepadanya dan katakanlah supaya mengganti daun pintunya*.
Setelah Ismail alaihis sallam datang, seolah-olah ia merasakan sesuatu, lalu ia bertanya kepada istrinya, *Adakah orang yg datang kepadamu?* Ia menjawab, *Ya, ada orang tua, perawakannya begini,begini? Dia menanyakanmu, lalu saya menceritakan tujuan kepergianmu kepadanya. Dia juga menanyakan bagaimana kehidupan kita. Maka aku sampaikan bahwa sesungguhnya kita dalam kesusahan dan menderita*. Ismail bertanya lagi, *Apakah ia berpesan sesuatu kepadamu?* Istrinya menjawab, *Ya, dia menyuruhku untuk menyampaikan salam kepadamu dan berpesan agar engkau mengganti daun pintumu*.
Ismail alihis sallam berkata, *Orang itu adalaha ayahku! Sesungguhnya dia menyuruhku supaya menceraikanmu. Sekarang kembalilah kepada keluargamu*. Ismail pun mentalaknya.
Kemudian Ismail alaihis sallam menikah lagi dengan wanita lain. Setelah beberapa lama Nabi Ibrahim alaihis sallam dating kembali tetapi tidak bertemu dengan Ismail. Beliau lalu masuk ke rumah istri Ismail, dan menanyakan segala sesuatu mengenai Ismail. Wanita itu menerangkan, *Dia pergi mencari kebutuhan kami*. Kemudian Nabi Ibrahim alaihis sallam bertanya, *Bagaiamana keadaanmu?*
Istri Ismail menjawab, *Kami dalam keadaan baik dan kecukupan*. Wanita itu sambil memuji ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala. Nabi Ibrahim alaihis sallam bertanya, *Apakah makanan sehari-harimu?* Wanita itu menjawab, *Daging*. Beliau bertanya, *Apa minumanmu?*. Wanita itu menjawab, *Air*. Nabi Ibrahim alaihis sallam kemudian berdoa, *Wahai Rabb, berilah berkah untuk mereka dalam daging dan air!*.
Ketika itu didaerah tersebut (Makkah) belum ada tanaman yg berbiji. Sekiranya mereka mempunyai tanaman tersebut niscaya Nabi Ibrahim alaihis sallam mendoakan keberkahannya. Maka yg dua itu (daging dan air) di negeri selain Makkah meskipun ada tetapi tidak sesuai untuk makanan pokok.
Selanjutnya Nabi Ibrahim alaihis sallam berkata, *Apabila datang suamimu, sampaikanlah salam kepadanya. Dan suruhlah dia supaya menetapkan daun pintunya!*.
Ketika Ismail alahis sallam datang, ia bertanya, *Adakah seseorang yg datang kepadamu?* IStrinya menjawab, *Ada. Telah datang kepada kamu orang tua yg baik keadaannya*. Dan wanita itu memujinya, *Ia menanyakan kabarmu dan menanyakan bagaimana kehidupan kita. Lalu saya ceritakan, bahwa sesungguhnya kita dalam keadaan baik*. Ismail bertanya, *Adakah ia berpesan untukku?* Istrinya menjawab, *Ada. Beliau menyuruhku menyampaikan salam kepadamu, dan disuruhnya engkau menetapkan daun pintumu*. Ismail alahis sallam berkata, *Itulah ayahku dan engkaulauh yg dikatakan daun pintu, beliau menyuruhku supaya tetap beristrikanmu*.
Dari saya:
Wahai wanita yg dimuliakan ALLAH. Sesungguhnya kisah itu bisa engkau jadikan pelajaran bagimu, khususnya dirimu yg sudah berumah tangga. Sadarilah, bahwa sesulit apapun kehidupan yg sedang engkau jalani bersama suamimu yg masih seorang muslim, maka hendaklah dirimu selalu bersyukurlah kepada ALLAH Ta’ala. Tanamkanlah di hatimu rasa cukup (qana’ah ) atas rezeki yg ALLAH berikan bagi keluargamu melalui hasil jerih payah suamimu, sekalipun rezeki itu dirasa sedikit. Hormatilah keluarga suamimu, yaitu bapak mertuamu, ibu suamimu, dan sayangilah saudara/i suamimu sebagaimana rasa sayang yg dibenarkan oleh agama Islam ini. Jagalah lisanmu dari mengatakan sesuatu yg buruk, berkeluh kesah, dan hindarilah memperbanyak perkataan yg tidak bermanfaat. Hendaklah lisanmu selalu mengeluarkan kalimat pujian bagi ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-NYA, Muhammad Shalallahu Alaihis Sallam. Sehingga dengan demikian semoga dirimu dan keluarga yg sedang engkau bina mendapatkan Ridha ALLAH. Dan engkau termasuk istri idaman dan ibu yg teladan bagi anak-anakmu. Jadilah wanita yg bermanfaat bagi suamimu, keluargamu, masyarakat di sekitarmu dan bagi agamamu. Sebarkanlah salam kepada setiap muslim/ muslimah yang engkau jumpai, dan perbanyaklah memuji ALLAH, karena DIA-lah Rabb Semesta Alam, yang telah mempersatukanmu dengan suamimu dalam jalinan kasih yang suci dan menghalalkan hubunganmu kepadanya. Tanpa seijin-NYA dan tanpa kuasa-NYA maka dirimu tidaklah seberuntung wanita sholehah yang menjadi idaman setiap muslim yang taat. Allahu ’alam.
Jumat, 26 Desember 2008
Membicarakan Hal yang Sensitif
Subtitle: Menceritakan Aib PribadiAda kalanya seseorang ingin mencurahkan masalahnya kepada orang yg sangat dipercayai. Tapi coba deh dipilih dan dipilah mana masalah yg kiranya boleh untuk diceritakan dan mana yg tidak boleh. Karena selain hal itu sangat sensitive utk dibicarakan, masalah tersebut akan berdampak pada diri sendiri ketika telah diceritakan ke orang lain. Pernahkah anda mendengar curhatan dari teman bahwa dia telah tidak V lagi? khusus masalah itu perlu pembahasan secara terperinci dan juga perlu dilihat dari kaidah agama, karena masalah semacam itu dalam agama Islam adalah Aib yg sebenarnya tidak diperbolehkan untuk diceritakan ke orang lain.
Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran. Ada seorang teman (muslimah) yg pernah bertanya kpd teman muslimnya. Dia bertanya : Bolehkah seorang wanita memberi tahu kepada lelaki yg akan meminangnya jika ternyata dia sudah tidak V lagi? Lalu karena keterbatasan ilmunya, muslim itu menjawab : Boleh, karena itu bentuk keterbukaan agar si pelamar tidak merasa dikecewakan apabila di malam pengantin dia mendapati diri si wanita tidak V lagi. Lalu si wanita tadi memberi jawaban dari sumber lain, katanya dia pernah mendengar dari sebuah kajian di radio, bahwa hal itu pernah dibahas oleh seorang ustadz, di mana ustadz tersebut menjawab: bahwa hal itu tidak boleh diceritakan, karena itu termasuk aib yg harus ditutupi. Maka yg manakah pendapat yang benar?
Sebenarnya, masalah seperti itu tetap tidak boleh diceritakan, sekalipun itu kepada si pelamar. Hayo kepada para lelaki, apakah diri anda merasa dibohongi apabila ternyata anda mendapati istri anda di malam pertama sudah tidak V lagi? (tentunya tidak V karena hasil perbuatan orang lain –bukan anda pelakunya-). Mungkin akan dijawab -Bisa jadi iya, dan mungkin itu akan berakibat buruk pada masa depan rumah tangga pasangan tersebut. Tergantung dari type pria-nya. Mungkin type lelaki yg seperti itu tidak akan merasa kecewa jika hal itu diberi tahu kepada pria itu sejak awal, tapi karena tidak diberi tahu kemudian saat malam pertama itu dia baru tahu, dia sangat kecewa berat (wuh komplit deh rasanya),nah mungkin ada pria yg seperti itu. Tapi, jika anda seorang muslim dgn agama dan akhlak yg baik anda akan tetap menerima wanita itu apa adanya, tanpa mempedulikan masa lalunya, dan tetap mencoba meraih masa depan yg lebih baik bersama wanita itu. Mungkin rasa kecewa itu tetap dirasakan, itu suatu hal yg lumrah, wajar, sebagai lelaki. Tapi kekecewaan itu tidaklah berlanjut ke arah masa depan rumah tangga yg akan dia arungi nantinya. Sedangkan jika memang ternyata lelaki itu kurang dalam agamanya dan memiliki sifat yg buruk, maka ada kemungkinan dia merusak sendiri tatanan rumah tangganya, bisa dengan selingkuh (yg dianggap sebagai balasan karena dia merasa dikecewakan). Bisa juga dia menikah lagi (poligami) atau tidak lama dia menuntut cerai kepada si istri, DLL.
Mengenai tidak bolehnya aib itu diceritakan, karena hal ini berkaitan dengan suatu golongan nanti di hari pembalasan yg akan dimasukan ke dalam neraka tanpa ditegur oleh ALLAH, tanpa di ajak bicara oleh-NYA, karena dia membuka sendiri aib itu kepada orang lain padahal ALLAH telah menutupi aib-nya itu dengan Jubah Kebesaran-NYA (mohon dikoreksi jika pendapat ini salah). Semisal : ada seseorang yg berzina pada malam harinya, lalu ALLAH telah menutupi aib orang itu agar tidak diketahui orang lain, tapi di pagi harinya/ di lain hari orang itu menceritakan kepada temannya bahwasanya dia telah berbuat ini dan ini kepada si A. Maka orang itu termasuk golongan yg tidak akan pernah diajak bicara oleh ALLAH pada hari kiamat nanti, dan kelanjutan dari hadits yg berkaitan dengan hal itu.
Manfaat dari tidak mengatakan aib itu kepada lelaki yg melamar si wanita adalah jika si wanita menceritakan bahwa dia tidak V lagi kepada si X (pria yg melamarnya), kemudian si Mr X ini berpikir keras, mempertimbangkan matang2, ah kemudian dengan berat hati (namun suasana riang) dia mengatakan kepada si wanita bahwa dia mundur tidak jadi meminang atau tiba-tiba membatalkan rencana pernikahannya dgn berbagai alasan, DLL. Maka itu baru satu orang Mr X, bagaimana jika ada 5 orang lelaki yg coba melamar si wanita, kemudian mereka juga mundur karena dibenak mereka status V itu sangatlah utama dan berprinsip (lho), maka coba bayangkan rasa malu yg akan didapat oleh si wanita? Nah hal seperti itulah yg coba untuk dihindari dalam agama ini. Apalagi jika si pelamar itu mempunyai tabiat yg jelek sehingga dikhawatirkan dia menceritakan tentang status si wanita kepada setiap orang yg dia kenal, maka hal itu sangatlah buruk bagi si wanita, sudah tidak jadi dinikahi malahan rahasianya disebar luaskan.
Maka dari itu, seharusnya si wanita haruslah mempersiapkan mental dan kesungguhan di dalam hatinya untuk menghadapi persoalan yg sebenarnya disebabkan oleh perbuatannya sendiri di masa lalu. Jika dia menginginkan yg terbaik bagi dirinya, maka harapannya adalah agar ALLAH mempertemukan dia dengan seorang muslim yg baik yg bisa menerima dia seutuhnya dan membimbing dia dalam bahtera rumah tangga yg Islami tanpa mempermasalahkan kesalahan dirinya di masa lalu.
Memang, masa lalu boleh saja hitam kelam, tapi bisakah wanita itu mengukir masa depannya dengan tinta emas? sehingga orang-orang akan memandang dia bukan dari masa lalunya? Itulah yg seharusnya dilakukan oleh wanita yg mengalami masalah seperti itu. Dia bertaubat dari kesalahannya dan berusaha untuk menjadi muslimah yg sholehah dan menghiasi dirinya dengan ketaatan kepada ALLAH, Tuhan Semesta Alam. Berusaha untuk menjadi mutiara ALLAH Yang Suci karena taubatnya (dan hal itu tidaklah mudah, karena berkaitan dengan kesungguhan wanita itu). Salah satunya jika wanita itu sudah tahu apa-apa yang dilarang ALLAH di dalam agama Islam ini, maka seharusnya dia dapat menutup rahasianya rapat-rapat sekalipun itu terhadap si pelamar. Karena ALLAH mempunyai maksud dari setiap hal yang dilarang-NYA. Jika ALLAH melarang menceritakan aib pribadi kepada orang lain, maka tentunya semua itu ada kebaikan di dalamnya. Dan jika kita taat untuk menjauhi larangan-NYA itu, maka ALLAH akan membukakan jalan keluar dari permasalahan itu dengan cara yang tidak pernah kita duga dan dari jalan yang tidak disangka-sangka.
Semoga tulisan ini bisa memberikan informasi bahwa kita harus memilah dan memilih sesuatu yg dirasa perlu dan sangat penting untuk diceritakan, apakah itu aib atau bukan, apakah ALLAH akan murka kepada kita ataukah tidak bila kita menceritakan itu kepada orang lain? Maka sekiranya kita selalu memikirkan untuk selalu mencari ridha ALLAH dan mengharap dapat melihat Wajah-NYA Yang Maha Agung dalam setiap keputusan yang akan kita pilih atau akan kita lakukan. Terima kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)
