Minggu, 16 November 2008

Antara Trauma dan Cemburu

Di awal bulan ini ada kejadian yg bikin aku trauma. Kejadian yg ingin aku anggap bahwa itu tidak nyata. Karena menambah deretan cerita panjang tentang wanita yang mendapat musibah alias dirugikan. Suatu kejadian yg tidak pernah di duga oleh seorang wanita, di mana dirinya mengaku diperkosa oleh sahabatnya sendiri. Aku sendiri tidak mau cerita secara detail karena mungkin itu berhubungan langsung dengan sebuah pemberitaan di beberapa media.

Dari setiap tulisanku di blog termasuk tentang perilaku buruk lelaki :
(http://s0special.blogspot.com/2008/10/perilaku-buruk-lelaki.html).

Semua bermaksud agar setiap wanita jadi sadar untuk bisa lebih menjaga diri dan kehormatannya, agar wanita itu lebih waspada dalam bergaul atau menerima ajakan dari lawan jenisnya. Yg intinya agar tidak menambah panjang deretan wanita yg telah hilang kehormatannya di mana kejadian itu telah menimpa beberapa orang yg ku kenal. Termasuk juga beberapa tulisanku tentang jilbab, semua itu untuk mencegah perilaku buruk laki-laki, karena jilbab itu sendiri bisa mengekang syahwat dan keinginan buruk dari kaum pria.

Ada kalanya nasihat itu tertuju untuk wanita yang aku cintai. Tapi mungkin nasihat itu dianggap terlalu mengekang. Bahkan pernah hubungan itu gagal terjalin karena suatu peristiwa – di mana wanita itu pernah bilang *belum jadi pacar aja cemburuan kaya gitu, gimana nanti kalau sudah jadi pacar?* .Dan mungkin karena nasihat itu aku di anggap cemburuan. Sampai-sampai si Dewiq bilang - eh eh Kok gitu sih..? - Its OK 4 me. Terserah mau di bilang apa. Asalkan memang wanita itu bisa jaga diri.

Kata jaga diri itu, berarti si wanita masih dalam keadaan sadar untuk bisa melindungi dirinya. Tapi kejadian semisal di paragraf kesatu itu bukanlah sesuatu yg bisa diantisipasi sebelumnya. Dan dari curhatan yg ku dengar itu aku sendiri sangat-sangat tidak menduga kenapa seorang sahabat tega berbuat seperti itu? Karena rasa untuk memproteksi diri sendiri itu sudah hilang di mana wanita itu mengira bahwa ia merasa aman dan nyaman dengan teman atau pun seseorang yg dianggap sebagai sahabatnya itu. -ngga mungkin kan sahabat itu melakukan hal yg merugikan dirimu? apa lagi selama ini kamu kenal baik siapa dia.- Justru di saat wanita itu merasa aman dari orang yang dia kenal, hal itulah yang sangat rentan dari musibah yg sama sekali tidak pernah diduga.

Masih soal kata jaga diri, berarti si wanita masih sadar kan untuk bisa melindungi dirinya sendiri? Lalu bagaimana jika wanita itu dibius atau dalam keadaan mabuk (diajak minum agar mabuk atau minuman itu diberi perangsang)? sekali lagi mungkin wanita itu bisa menolak untuk di ajak minum (mabuk) atau dia juga bisa menolak jika disodori minuman yg dia curigai karena minuman itu diberikan oleh orang yg tidak ia kenal dengan baik. Tapi karena yg memberi itu adalah seorang teman / sahabat yg telah lama sekali dikenal dan sahabat itu adalah orang yg dipercaya. Maka rasa untuk memproteksi diri itu dibuang jauh-jauh. Ah dia kan sahabat gue..., Ngga mungkin kan dia..., Tapi siapa sih yang menyangka? kata bang Napi -Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat dari si pelaku, tapi juga karena ada kesempatan, waspadalah, waspadalah-

Iya benar, ada kalanya manusia tidak ada yang mampu mengelak dari musibah jika memang musibah itu harus terjadi. Tapi kejadian di atas yg terjadi pada awal bulan ini telah membuatku trauma. Karena hal itu bukanlah sesuatu yang ku duga atau sesuatu yg ingin ku dengar langsung. Tapi, itu terdengar langsung oleh telinga ini dari pihak pertama (wanita itu). Bukan karena dari gosip atau berita. Dan semua itu diceritakan ketika semua sudah terlambat, dan rasa keputus asaan itu telah membutakan wanita itu untuk menjalani sisa kehidupannya.

Masa lalu boleh saja hitam dan kelam. Tapi selama nafas ini masih ada, berarti masih ada kesempatan untuk mengukir kisah hidup ini dengan tinta emas di masa yang akan datang. Dan semua itu bisa dimulai dari sekarang. Jadi tidak ada gunanya putus asa, atau semakin menambah buruk keadaan karena musibah buruk yang terjadi di masa lalu. Biarlah masa lalu itu terjadi sekali untuk memberi pelajaran. Tapi masa depan itulah sisa hidup ini yang masih bisa kita ukir dengan tinta emas.

Kalau memang nasihat itu dianggap salah, di anggap mengekang kebebasan bergaul seorang wanita, dan dengan menasihati itu dianggap cemburuan. Apapun anggapan itu, nasihat itu bukanlah sesuatu yang buruk untuk dijalani. Nasihat itu bukanlah suatu kisah tragedi yang merugikan bagi orang yg mendengarnya. Semoga saja tulisan ini kembali membuka mata dan menyadarkan kaum wanita untuk lebih waspada dalam bergaul.

Ya hanya itu yang bisa aku katakan. Karena memang benar apa yg pernah dibilang dulu oleh wanita yang pernah kusukai, diri ini memang bukan siapa-siapa, bukan pacar, bukan pula orang yang sangat berarti bagi wanita itu. Tapi ada kalanya nasihat itu layak didengar dan di jalani bukan soal siapa yang memberi nasihat itu. Karena hal itu untuk kebaikan untuk siapa saja yang mau mendengar dan menjalani nasihat itu.

Sallam.

Kesayanganku, Milikku, Tidak Ada yang Abadi.

Ketika aku bermain dengan hamster kesayanganku, photo-photo, ngelus-ngelus, hah rasanya senang aja. Tapi ketika mengambil photo, ada terbesit rasa di hati, kapan hewan ini akan mati? karena kita tidak ada yg tahu umur dari makhluk hidup. Dan jika waktu itu tiba, mungkin aku akan sedih karena harus kehilangan lagi. Dari beberapa photo yg bisa diabadikan, sebagian hewan peliharaanku sudah tiada. Termasuk dua hamster imut yg lucu dan ikan-ikanku yang lainnya. Apa lagi ya? o iya kelinciku tapi belum di photo sudah mati, hah banyak deh yang sudah mati.

Yg bisa bikin sedih tuh kalau ada kenangannya, masa-masa senang bermain dengan mereka. Ya waktu memang tidak bisa diputar kembali untuk mencegah penyebab kematiannya, ada yg dibunuh sesamanya, ada yg lompat dari akuarium, ada yg ditubruk kucing, ada juga karena listrik kelamaan padam, yah penyebabnya selalu ada saja.

Pertanyaan kedua, siapa yang lebih dahulu menghadap Allah Ta’ala, antara aku dan hamsterku itu? Kadang sedih deh, kalau lagi megang gitu, terus bayangin dia nantinya bakal mati. Atau mungkin aku duluan ya yang tiada? Semua itu tidak ada yang tahu. Dan ketika ingin memajang photonya diinternet, jadi ngga tega. Karena kalau nanti hamsterku itu ngga ada, apa iya photonya masih aku pajang? apa hanya sekedar jadi kenangan? ya kalau dilihat lagi pasti hanya akan bikim sedih. Ya seandainya itu aku gimana ya? kalau aku sudah tidak ada tapi photo di internet masih terpajang, dan mungkin dilihat oleh teman-teman.

Hamsterku itu sebenarnya masih belum punya nama, tapi aku sering manggilnya Gundut.., hehe abisnya dia tuh gendut, terus kalau lagi makan sambil duduk, dan matanya setengah merem karena baru bangun tidur, uh badannya keliatan gendut banget deh..., lucu, gemesssin..

Ya udahkah, itu sepintas aja tentang apa yang menjadi kesayanganku, milikku, semua tidak ada yang abadi, kaya lirik nya Jikustik. Umur seseorang tidak ada yang tahu. Tulisan ini masih bisa ku baca lagi tidaknya 10 tahun yang akan datang? Saat itu aku seperti apa ya? Semua orang mengharapkan yg terbaik, begitu juga harapanku. Semoga ada hikmah yang bisa kita ambil.

Sallam

Sabtu, 15 November 2008

Memilih Berjilbab

Ada sebuah kebahagiaan yang terasa, ketika diri ini melihat orang lain melakukan kebaikan. Seperti halnya rasa sedih yang juga hadir ketika diri ini melihat orang lain melakukan keburukan. Dan sesuatu yg membuat diri ini bahagia adalah ketika melihat seseorang yang ku kenal memulai untuk memakai jilbab.

Sebenarnya ketika seseorang itu berbuat baik dalam kehidupannya, orang lain yang ada di sekitarnya pun turut merasakan kebahagiaan dari perbuatan baik yg dilakukan orang itu.

Ngga percaya? Ini buktinya:
Orang tua yg melihat anaknya yg baru berumur 7 tahun berhasil puasa satu hari penuh, pastinya orang tua itu merasa sangat bahagia. Jangankan orang tua dari anak itu, kakaknya pun juga turut berbahagia. Semisal mengucapkan –Wah hebatnya adikku bisa puasa satuh hari penuh, dulu kakak saja baru bisa puasa satu hari penuh saat umut 10 tahun-

Orang tua yg tahu anaknya yg baru berumur 7 tahun sudah menghafal surat Adh Dhuha, tentu kebahagiaan itu sangat dirasakan orang tua tersebut. Yg mungkin saja jika diingat orang tuanya baru hafal surat itu pada waktu umur 12 tahun.

Masih ingat ngga? ketika kita mau lulus SD, SMP atau juga SMU/K, untuk bisa lulus itu ada persyaratan dari mata pelajaran agama, untuk menghafalkan surat-surat tertentu. Nah jika dipikir, kita baru ada keinginan untuk menghafal surat itu karena terpaksa, ada unsur paksaan, mau tidak mau harus hafal karena takut tidak lulus atau nilainya kurang dari cukup. Ya itulah sifat yg mendasar dari setiap orang, harus dipaksa untuk kebaikan bagi dirinya sendiri.

Maka semisal contoh di atas membuktikan bahwa jika kita melakukan kebaikan bagi diri kita sendiri, orang lain pun akan merasa senang, bahagia secara tidak langsung. Apalagi jika kebaikan itu dilakukan dari kesadaran orang itu sendiri tanpa paksaan dari orang lain.

Kembali ke wanita yang memilih untuk segera berjilbab, maka itu adalah sebuah bentuk ketaatannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dengan begitu wanita tadi telah menunaikan salah satu kewajibannya dalam beragama. Mengingat hal tersebut masih sangat sulit untuk dilakukan oleh sebagian muslimah yang lainnya.

Wah selamat yah, semoga Allah memberi kemudahan dan kesabaran bagi muslimah yang memutuskan untuk memakai jilbab dalam kesehariannya. Karena kebaikan itu bukanlah untuk orang lain/ ditujukan karena ada maksud tertentu. Tapi kebaikan itu untuk diri masing-masing, dan orang lain pun turut merasakan manfaat atau pun kebahagiaan dari kebaikan orang tersebut.

Di antara muslimah yang telah berjilbab, mereka mungkin pernah merasakan cobaan, rintangan yang menghalangi mereka untuk berjilbab. Semisal orang tua yang melarang untuk berjilbab, Perusahaan yang tidak mengijinkan karyawatinya untuk memakai jilbab, atau mungkin juga suami yang tidak mau istrinya memakai jilbab.

misalnya:
Istri : Pah..,mama mau pakai jilbab nih, menurut papah gimana? bagus ngga?
Suami: Buat apa sih mama pakai jilbab? terus pakaian yang lama mau di kemanakan? papa ngga setuju...(haha bisa aja gue ngarangnya)

Tapi jika muslimah itu tetap istiqomah dan sabar dalam pendiriannya, karena keputusan itu hanya mengharapkan ridha dari Tuhan-nya yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Maka balasan dari rasa sabar itu sungguh sangat nikmat, ketika cobaan itu selesai, Allah Ta’ala akan mengganti dengan yang lebih baik, yaitu orang tua yang tadinya melarang kini mendapat hidayah dan mendukung anaknya untuk berjilbab, atau Allah menggantikan tempat kerja/ perusahaan yang jauh lebih baik yang mengijinkan karyawatinya untuk memakai jilbab. Nah jika seorang suami yg menentang istrinya berjilbab, ada dua pilihan, bisa saja suaminya diberi hidayah atau suami itu diceraikan dari istrinya dan sang istri diberi pengganti suami yang yg lebih baik, lebih sholeh, dan lebih bertanggung jawab sebagai seorang Imam dalam rumah tangganya.

Nah bagaimana jika misalnya seorang pria (pacar) melarang pacar wanitanya memakai jilbab? Jika baru menjadi pacar telah melarang dalam melakukan kebaikan, bukankah itu merugikan wanita tersebut?

Sekarang jika wanita itu ternyata memiliki teman-teman yang mendukungnya memakai jilbab, orang tuanya tidak melarang memakai jilbab, perusahaannya mengijinkan karyawatinya memakai jilbab, dan ditambah lagi misalnya ia memiliki kekasih yang juga mengharapkan dia untuk memakai jilbab, bukankah hal itu adalah sebuah keberuntungan bagi dirinya, yg mungkin tidak dimiliki oleh muslimah yang mendapatkan banyak rintangan hanya untuk bisa memakai jilbab.

Di situlah kenapa mengetahui wanita yang memakai jilbab bisa memberikan kesenangan dalam hati, karena wanita itu telah menutup auratnya dengan sempurna. Yg berarti wanita itu Taat pada perintah Allah Ta’ala dan wanita itu juga akan patuh kepada suaminya dan akan lebih bertanggung jawab dalam mendidik anak-anaknya kelak.

Dulu ketika SMP ada teman wanita yang mulai memakai jilbab, saat itu timbul rasa senang, karena kakak peremupanku baru mulai memakai jilbab pada waktu SMU, berarti temanku itu selangkah lebih awal dalam memutuskan kebaikan bagi dirinya. Sepanjang tulisan ini, ingin ku tunjukkan betapa bahagianya orang lain ketika mengetahui seseorang itu melakukan kebaikan bagi diri mereka sendiri.

Jika kita tanya, Bahagia tidak ya seorang suami yang sampai saat ini mendapati istrinya belum memakai jilbab, padahal mereka telah memiliki anak-anak yang beranjak dewasa? Ketahuilah, ibu adalah contoh yang pertama kali dilihat seorang anak. Jika seorang ibu tidak memakai jilbab, anak perempuannya juga akan mengikuti ibunya. Dan jika seorang suami diam saja melihat istrinya tidak memakai jilbab, atau melarang istrinya berjilbab, maka wanita itu patut untuk menyesali pilihannya menikah dengan laki-laki tersebut. Karena cinta yg tumbuh ketika akan membentuk rumah tanggangya tidak didasari oleh perasaan cinta karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tapi mungkin awal cinta itu terbentuk karena hawa nafsu semata.

Ya itulah bentuk kebahagiaan yang dicapai oleh wanita itu sendiri jika ia memutuskan untuk memakai jilbab sejak dini, di masa belia, di waktu dia belum menikah. Sehingga sejak dini pula wanita itu memberikan kebahagiaan bagi orang-orang yang ada di sekitarnya secara tidak langsung. Di mana balasan dari perbuatan baik itu adalah untuk wanita itu sendiri yg memutuskan untuk memakai jilbab.

Waah Senangnya....,
semoga muslimah itu semakin banyak yang sadar akan kewajibannya..

Sallam

Jumat, 14 November 2008

Lirik : So Special - Oka and Sabria

OST - Gue Kapok Jatuh Cinta
So Special
by :Oka & Sabria Kono
reff:
Special in my eyes
Since you’re in my life
Always on my mind
So special in my eyes

Everyday and night
I feel I found home
and singing you this song
You never be alone
Special in my eyes

I can’t wait til the sun comes down
Cause a good girl is so hard to find
See i train to obey your order
Just like a soldier, sir yes sir

I wanna be your number one
Without you i’m half blank like minus one
I think about you all the time
Before I go to sleep everynight
Ur first thing in the morning
Got you inside me since day one
Bury me six feet deep underground
It’s crazy yeah you proudly would
Pray for your love too
if you was in my shoes

When you down i got you chill
Towards you i stay class til forever still
I’m drawn to be down with you
in my arms girl you’d be safe inside
repeat : reff

Eventhough you play hard to get
I never expect you would like me back
It’s hard to believe we connect
Day by day we seize down the gapto the sky we fled
I still remember the first time we met
Arbitary girl is like a fairy tale
It fast left me drain completely
and ever since theni blend with my misery

But everything is different now
Coming at you is the ring and the wedding gown
You gotta be around when i’m down
be a good friend, the most profound
Cause i’m gonna do the same thing
Without you i’m senseless,
Cause you’re my instinct
di celah kaki hujankita berdansa,
bercumbu dalam hasrat

Everything is gonna be alright
Trust me cause i’m giving you my life
How do i get you to understand
I gotta have you more than just best friend
I gotta have you to be my last
I don’t want you to be my past
Baby no doubt, in a matter of fact
I wanna be your future
Ku seduh kasih sehalus sutera

I want you to be my last
and I don’t want you to be my past
Baby no doubt, in a matter of fact
I wanna be your future
Bernafas dalam ikatan suci

Everything is gonna be alright
Trust me cause i’m giving you my life
How do i get you to understand
All I want is you to be my man
repeat : reff

Selasa, 11 November 2008

10 tahun yang lalu

Dulu G pernah punya teman yang G anggap sebagai kakak. Dia teman semeja waktu itu. Suatu ketika G bikin kesel temen cewe yang duduk di depan G. eh cewe itu ninju pipi G. Haha itu pertama kalinya G di pukul sama perempuan. Eh kakak G liat pas G dipukul, n dia belain G. ciye...,G dibelain gitu lho. Secara dia merasa jadi kakak G. Ya tp tmn G itu mukulnya juga ga keras banget ko. Lagian G ga mungkin bales kan? Ya gitu deh sekilas masa-masa G di sekolah 10 thn yg lalu. G punya banyak teman, teman curhat, kakak, bahkan juga punya adik (adik ketemu gede). Banyak kenangan manis yg sulit G lupakan.

Sebenarnya tmn cewe yg G bikin kesel itu adalah sahabat G, tmn curhat G. Tp kakak G pas liat G dipukul gitu, dia belain G. Ya Cuma by omongan aja sih, dia juga nyadar ga mungkin mukul cewe. Itu juga sepintas lalu aja. Cuma kalo diingat-ingat, seru juga sih ternyata pipi G pernah ditinju ama cewe, dan G juga punya teman yang bisa belain G. Cuma kali ini, G mau cerita ttg temen G yg G anggap sbg kakak wkt itu. Tiap orang pernah bandel, termasuk dia. Di saat itu tmn G itu ngedarin -pil anjing- gitu. Ya temen-temen G bbrapa ada yg pake, dan itu sempat jadi kasus di sekolah waktu itu. Dan G tahu klo kakak G itu yg bagi-bagiin ke mereka. Tapi ya gitulah, G merasa –lo lo, gue gue- selama urusan dia tidak merugikan diri G, ya terserahlah. Lagian sifat peduli G waktu itu masih rada-rada. Jadi ngga G pikirin.

Cuma yg masih G ingat, kakak G itu bilang ke G. Kalau dia ga tega ngasih barang gituan ke G. Dia bilang kalau G bukan type orang yg pantas pake barang-barang haram kaya gitu. Dia malah menasihati G, kalau G jangan sampai pake barang begituan. Di situ G merasa sebenarnya tmn G itu masih punya hati nurani dan dia juga masih punya sifat yang baik. Yang paling utama adalah, dia masih menganggap G temen sekaligus adiknya. Bisa saja dia menjerumuskan G, atau maksa G untuk ikut merasakan pil-pil itu. Atau mungkin dia ngejebak G agar G terjerumus juga. Tapi dia ngga seperti itu.

Ya itulah arti sebuah teman/ sahabat. Sahabat yang baik itu tidak merugikan. Sahabat yang baik itu selalu mengingatkan pada hal yang baik. Selalu memberi apa yang terbaik bagi sahabatnya sekalipun itu hanya sebuah nasihat. Selalu mendorong kepada arah kebaikan. Dan bukan menjerumuskan pada perbuatan yang bakal disesali di belakang hari kemudian. Dan semua itu dilakukan tanpa pamrih. Timbal balik yg menurut G sangat perlu adalah balasan sikap baik, bukan sebuah pengkhianatan atau pun permusuhan.

Dan itu juga yang G coba ingatkan ke semua teman G yg jadi teman dan sahabat G di Friendster ini. Dalam bergaul, kenalilah siapa orang yang akan engkau jadikan sebagai teman. Baikkah dia atau burukkah sifat yang dia miliki? karena secara tidak langsung kita akan terbawa pada kebiasaan dari orang tersebut. Dan jika kita memiliki teman yang pergaulannya kurang baik (seperti contoh di atas) sekalipun kita merasa bisa menjaga diri, tapi ingatlah bahwa sikap waspada itu sangat penting.

ingat peribahasa – Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terpeleset juga – ya kalau peribahasa ngga mirip mohon dimaklumi.

Sekalipun kita merasa bisa jaga diri, sampai kapan kita bisa terjaga? jika orang yang menjadi teman atau sahabat kita itu memiliki sifat atau pergaulan yang tidak baik. Jika memang kita tidak bisa terlepas dari pergaulan seperti itu, maka harapan kita hanya satu, yaitu mereka yang menjadi teman itu tidak menjebak atau menjerumuskan diri kita kepada kebiasaan buruk mereka. Apalagi itu berkaitan dengan narkoba, dunia malam, dan perilaku menyimpang lainnya. Sampai kapan kita bisa terjaga jika kita memiliki teman-teman yang seperti itu?

Tupai terpeleset kepalanya hanya benjol-benjol sedikit. Tapi jika kita telah terjerumus semisal kecanduan narkoba itu bukanlah hal yang kita inginkan dalam kisah hidup ini. Seandainya saja kita mampu mencegah sebelum hal buruk itu terjadi pada diri kita, kenapa kita biarkan diri kita terjerumus?

Kadang dunia hitam itu perlu dipelajari, untuk bisa jaga diri tanpa harus nyemplung ke dalamnya. Seperti bisa ular, bisa ular itu bisa menjadi penawar dari racunnya sendiri. Di situlah point utama jika memang harus mengenal dunia hitam tapi tanpa larut di dalamnya. Jika dengan mengetahui seluk beluk dunia hitam kita bisa mengambil pelajaran tentang cara untuk waspada dan terhindar, maka kita perlu tahu tentang dunia hitam itu.

Tapi seperti halnya pawang ular, mereka mati juga karena gigitan ular yg mereka anggap telah biasa atau sepele. Tapi siapa sangka, kematiannya disebabkan oleh hal yg mereka anggap sepele? Maka di situlah kita juga harus berhati-hati dalam pergaulan terhadap teman atau sahabat yang kita tahu bahwa dia memiliki sifat yang tidak baik.

BTW, G ga tahu bagaimana kabar kakak G itu sekarang. Semoga saja dia tidak melanjutkan masa-masa bandel 10 tahun yg lalu. Masa lalu yang kelam adalah bagian dari hidup kita yang tidak bisa kita hindari atau kita lupakan. Tapi sisa hidup kita di masa depan adalah jalan menuju tujuan hidup yang lebih baik. Jika masa lalu telah suram, kelam bahkan hitam. Maka sisa hidup kita itu harus kita ukir dengan tinta emas. Walaupun kesempatan itu hanya beberapa saat saja, tapi ukiran tinta emas dari perbuatan kita itu sangat mahal harganya. Dan kisah kita dengan tinta emas itulah yang mampu menjadi kebanggaan dari seluruh perjalanan hidup ini sekalipun di masa lalu begitu pahit dan hitam.

Sabtu, 08 November 2008

Keterampilan Menjahit

Banyak muslimah yg melupakan keterampilan yg bisa mereka lakukan. Kebanyakan dari mereka memilih berkarir untuk mencari nafkah. Wahai muslimah sadarilah, dengan dirimu memilih mendapatkan pekerjaan di perusahaan, engkau telah mengambil sebuah posisi bagi laki-laki dalam hal mencari nafkah.

Mungkin engkau akan menyadari saat kondisimu berada di posisi lelaki yg menganggur tanpa pekerjaan yg bisa menghasilkan uang. Padahal lelaki itu dituntut untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Bagiku yg pernah mengalami hal itu, menganggur selama 9 bulan bukanlah hal yg menyenangkan. Karena memang belum mendapatkan kesempatan bekerja yg mungkin saja salah satu posisi yg seharusnya aku tempati telah di ambil oleh wanita.

Jika saat ini melirik, wanita khususnya muslimah telah banyak yg menjadi engineer di bidang telekomunikasi. Ya, merekalah yg telah mengambil posisiku dan juga sekian banyak lelaki yg masih menganggur.

Suatu ketika wanita itu menuntut haknya sebagai seorang istri untuk dinafkahi tapi lelaki mana yg sanggup memenuhi hal itu ketika dirinya masih menganggur. Sedangkan saat ini banyak wanita yg mengambil bagian pada semua bidang pekerjaan yg bisa dilakukan oleh laki-laki. Sadarilah hal itu wahai muslimah, kesedihan dan penderitaan begitu banyak laki-laki yang menganggur padahal mereka sanggup melakukan pekerjaan itu.

Mungkinkah terbesit di dalam pikiranmu untuk bisa menjahit? Ya itulah salah satu bidang keterampilan yg bisa digeluti oleh wanita khususnya muslimah. Karena disamping pekerjaan itu bisa dilakukan di rumah, menjahit itu menghindarkan dari pergaulan yang salah antara laki-laki dan wanita yang sering terjadi jika wanita itu bekerja di perkantoran. Jenis pekerjaan keterampilan yg bisa dilakukan di rumah membuat muslimah itu lebih terjaga. Dan satu keuntungan lagi bahwa mereka jadi memiliki banyak waktu untuk mendidik anak khususnya dalam pendidikan agama seperti mengajarkan membaca Al Qur’an, di mana kesempatan itu telah ditinggalkan oleh mereka yg menghabiskan waktunya bekerja di perkantoran yg kembali di rumah larut malam.

Pernahkah dirimu mendambakan menjadi mujahidah? Bayangkanlah, jika engkau bisa menjahit, dan engkau membuat banyak pakaian muslimah. Semoga saja engkau merupakan salah satu mujahidah yg memerangi para desainer / perancang busana yg mengajak kaum muslimah untuk membuka aurat, menonjolkan bagian lekuk-lekuk tubuh dengan busana buatan mereka. Ya, engkau bisa memerangi bentuk perang ideologi yg saat ini meracuni muslimah sehingga mereka enggan memakai jilbab dan lebih menyukai rok mini ataupun pakaian ketat lainnya.

Sebagai penjahit busana muslimah, engkau menyediakan banyak stock dan pilihan busana bagi muslimah yg membutuhkannya. Ini sebuah pengalaman dari kakakku yg berada di Ausralia yang mana ia memakai jilbab dan cadar. Di Ausy sangat sedikit yang menjual busana muslimah, bahkan kakakku demi mendapatkan busana muslimah itu, ia sering memesan jilbab dari temannya di Jakarta yg kemudian ku kirim dengan jasa pengiriman paket. Wahai muslimah, jika engkau sebagai penjahit busana muslimah, engkau telah menolong sahabatmu yg seiman dalam memudahkan untuk membeli pakaian muslimah bagi mereka. Sadarilah hal itu, peluangmu untuk menjadi mujahidah sangat terbuka lebar, dari cara itu yang dibenarkan oleh agama dan juga engkau bisa mendapatkan rezeki yang halal tanpa keluar rumah dan tanpa bergaul dengan lawan jenis yang banyak membawa kemudharatan.

Tidakkah hal itu membuatmu tertarik? tidakkah keterampilan seperti itu yg seharusnya engkau geluti saat ini. Bukan hanya busana muslimah, tapi juga pakaian muslim (Baju Koko) dan lain-lain juga banyak dicari dan diminati oleh banyak muslim di negara ini. Dan dengan begitu engkau juga membantu perekonomian keluargamu dan membantu suamimu.

Di saat idul fitri tiba, tidakkah engkau merasa bahagia bisa menjahitkan baju bagi suamimu, anak-anakmu bahkan juga mungkin untuk orang tua dan mertuamu? mereka tidak membeli baju baru yang harganya bisa begitu mahal ketika lebaran itu tiba. Tapi mereka memakai pakaian islami dari buatan tangan dan kakimu. Engkaulah seorang istri dan seorang ibu idaman bagi keluargamu.

Semoga hal ini bermanfaat bagimu muslimah, sehingga engkau juga tidak membunuh seorang muslim yang putus asa karena tidak mendapatkan pekerjaan. Memang engkau tidak membunuh orangnya, tapi engkau telah membunuh kesempatan mereka untuk bekerja di perkantoran yg pekerjaan itu adalah bidang mereka, tapi telah engkau ambil posisi pekerjaannya.

Blog ini ku beri nama dengan So Special. Semoga saja tulisan di blog ini bisa membuatmu menjadi Sangat Istimewa di balik keindahanmu Wahai Muslimah. Sehingga dirimu bisa memberi manfaat yang terbaik bagi manusia, dan semoga saja dibalik keindahanmu engkau bisa menjadi seorang mujahidah. Allahumma amin.

Kamis, 06 November 2008

Cara Menerima Tamu (Bagi Muslimah)

Mungkin belum banyak muslihmah yg tahu adab menerima tamu yang Islami. Terutama jika tamu itu adalah laki-laki. Ini sekilas tentang bagaimana menerima tamu yang Insya Allah merupakan cara yg baik dan benar.

TAMU LAKI-LAKI (Bukan Mahram)
Ada kalanya muslimah tidak mengetahui bahwa menerima tamu laki-laki yg bukan mahramnya tidak sama ketika dia menerima tamu wanita.

Saat menemui tamu muslimah itu harus menutup auratnya dgn sempurna, dgn jilbab sesuai yg dicontohkan oleh Rasulullah Shalallahu ’Alaihi Wa sallam.
-Ada kebiasaan muslimah, ketika ia keluar rumah (ke kantor/pasar/kampus) ia menggunakan jilbab, namun ketika ia menerima tamu laki-laki yg bukan mahramnya, ia tampil terbuka dan menampakkan aurat yg seharusnya ditutupi, dan hal itu dilarang.-

Tamu tersebut boleh dipersilahkan masuk ke ruang tamu jika muslimah itu tidak sendirian di rumahnya.
-Kebiasaan buruk dari muslimah adalah tidak memperhatikan kondisi saat mempersilahkan tamu pria itu masuk, padahal rumahnya sedang sepi, sehingga di ruang itu hanya ada dia dan tamu pria nya itu.Hal tersebut dilarang karena bisa menimbulkan fitnah (ujian) bagi keduanya, dan Setan adalah pihak ketiga saat itu yg senantiasa menggoda & mengobarkan bendera kemaksiatan. Sebaiknya jika rumah sedang sepi, tamu tersebut tidak diperbolehkan masuk, dan muslimah itu hendaknya bertanya apa keperluan tamunya dari balik pintu (itu yg lebih baik) dan katakan bahwa di rumah sedang tidak ada siapa-siapa sehingga diharapkan tamu pria itu memaklumi untuk tidak memasuki rumah itu.-

Sebuah contoh – Saya pernah mendapatkan amanah dari kakak perempuan saya untuk memberikan sejumlah uang kepada Pak Ya***, dia adalah suami dari teman kakak saya. Pak Ya*** juga adalah teman saya. Ketika saya tiba di rumahnya, Pak Ya*** itu sedang tidak di rumah, yg ada hanya istrinya. Dan ketika memberi salam, istrinya menjawab dari dalam pintu. Dan ia mengatakan bahwa suaminya sedang pergi, kami berbicara dari balik pintu, tanpa saya masuk ke rumah itu, lalu setelah saya mengatakan tujuan saya datang untuk menyerahkan uang tersebut, dan karena suaminya tidak ada jadi lebih baik dititipkan/ diberikan kpd istrinya, di saat itu istrinya keluar dan mengambil uang itu, lalu saya pergi. Insya Allah cara seperti itu lebih baik,lebih terjaga dan itulah yg sesuai Syar’i. Allahu ’alam.

Dan ini Nasihat bagi setiap muslim, jika ia bertamu, dan mengucapkan salam dari balik pintu, hendaklah ia jangan memandangi pintu atau jendela rumah itu, karena dikhawatirkan saat itu kita melihat wanita (istri orang lain) dalam keadaan belum memakai jilbab. Jadi palingkanlah wajahmu pada arah lain. Sehingga dengan kondisi itu engkau telah menghormati tuan rumah itu. Allahu ’alam.

Jangan sendirian bersama tamu laki-laki itu, hendaknya didampingi oleh mahram muslimah itu sampai keperluan tamu itu selesai.
Ketika muslimah mempersilahkan masuk, hendaknya ia mempersilahkan tamunya duduk, dan ia langsung masuk ke dalam untuk meminta orang tuanya, kakak/ adik laki-lakinya untuk menemani muslimah itu di ruang tamu. Jadi ketika ia menerima tamu prianya tidak dalam keadaan berdua-duaan saja. Sekalipun orang tua wanita itu ada di dalam kamarnya, sangat tidak baik membiarkan anaknya berdua-duaan di ruang tamu dgn laki-laki yg bukan mahramnya.

Biasakan memuliakan tamu dengan menghidangkan makanan/ minuman dan juga dgn perkataan yg sopan sesuai adab dalam menerima tamu.
Seperti adab dalam menerima tamu, yg terutama adalah memuliakan tamu tersebut seperti apa yg dicontohkan dalam agama ini.

TAMU WANITA (muslimah)
Jika tamu itu wanita (muslimah) yg berjilbab. Hendaklah tamu wanita itu diterima dalam kamar muslimah itu. Bukan di ruang tamu, karena semua itu untuk menghindari keburukan bagi tamu wanitanya itu, karena mungkin saja Ayah atau adik laki-laki muslimah itu memiliki keperluan dalam keluar masuk rumah itu. Dan adakalanya tamu wanita itu hendak melepas jilbabnya, jadi ketika ia bertamu ke rumahmu tempat yg paling aman adalah di dalam kamarmu wahai muslimah, karena dgn begitu engkau menjaga tamu wanitamu dan engkau juga telah memuliakannya. Allahu ’alam.